Pernikahan Viral Tunanetra Sama Anak 12 Tahun, si Gadis Ternyata Korban Pemerkosaan Ayah

by -7,385 views

Belum lama ini masyarakat dikejutkan dengan viralnya pernikahan anak di bawah umur dengan seorang terapis tunanetra, Baharuddin (44) yang saling suka dengan seorang gadis inisial NS berusia 12 tahun, pada Selasa (30/6).

Kabar terbaru pasangan ini kembali menghebohkan. Pasalnya sang ayah tiri NS sengaja menikahkan keduanya untuk menutupi perilaku bejatnya selama dua tahun terakhir.

Begitu miris, gadis yang baru lulus sekolah dasar tersebut menerima tindak asusila. Simak informasinya berikut ini.

Kasus Pernikahan Di Bawah Umur Ditelusuri Lebih Dalam, Ayah Tiri Telah Diamankan

Unit PPA (Pelayanan Perempuan dan Anak) telah melakukan penangkapan terduga pelaku menyetubuhi anak dibawah umur, atas nama saudara Sappe di Dusun Menro Desa Watang Pulu Suppa, Pinrang, Sulawesi Selatan.

Sappe merupakan ayah tiri dari korban inisial NS, selaku mempelai wanita yang viral dan dibawah umur.

Gadis muda ini menjadi korban langsung pencabulan oleh ayah tirinya berusia 39 tahun.

Kronologi Pengungkapan Sebenarnya
Dilansir dari akun resmi Instagram ndorobeii, barerawal dari viral pernikahan anak dibawah umur, maka Unit PPA Sat Reskrim Polres Pinrang bersama Lembaga (P2TP2A) melakukan penyelidikan dan investigasi.

Hasil penyelidikan bahwa benar telah terjadi Tindak Pidana Menyetubuhi anak dibawah umur.

Sappe sengaja meminta jasa terapis pijat ke rumah untuk memperkenalkan Baharudin dengan NS, supaya terjalin kasih untuk menutupi aibnya sendiri.

Selanjutnya dilakukan pemeriksaan intensif terhadap korban dan hasil pemeriksaan korban mengaku telah disetubuhi oleh ayah tirinya.

Unit PPA dipimpin oleh Ipda Muis Panrita, bersama anggota serta Lembaga P2TP2A menuju rumah terduga pelaku dan menemukannya sembuyi di kolong. Segera dilakukan penangkapan dan membawanya ke Polres Pinrang.

Pengakuan Pelaku Tindak Asusila
Hasil keterangan pelaku Sappe mengakui telah menyetubuhi NS, dengan cara menjemput korban di depan masjid setelah korban melakukan ibadah salat maghrib.

Lalu korban diajak pergi membeli telur dengan menggunakan sepeda motor menuju kampung Lamajakka, desa Watang Pulu, Suppa, Pinrang.

Selama perjalanan terlapor tiba-tiba singgah di pinggir jalan, lalu menggendong korban masuk ke dalam kebun.

Sappe mengancam korban dengan menggunakan batu dan segera korban disetubuhi.

Atas kejadian naas tersebut, P2TP2A segera melaporkan ke Polres Pinrang guna melakukan peroses hukum.

Barang Bukti Diamankan Kepolisian
Bersama beberapa barang bukti yang diamankan, yakni satu set baju, satu jilbab mukena, satu sarung milik pelaku dan sepeda motor yang digunakan menjemput.

Saat ini pelaku diamankan di Mapolres Pinrang untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Sayangnya istri Sappe yang telah mengetahui tindak asusila terhadap NS, tak berani melaporkan.

Sebab sekian kali menerima ancaman dari sang suami yang berprofesi sebagai sopir truk itu.

Kronologi Kisah Cinta Bermula
Baharuddin merupakan seorang terapis pijat tunanetra. Kala itu dia menerima panggilan dari orang tua NS untuk memijat anaknya di rumah.

Ternyata perkenalan awal yang singkat tersebut berhasil memikat hati sang gadis yang masih kecil itu.

Melansir dari akun Instagram makassar_iinfo, Kapolsek Suppa AKP Chandra mengatakan bahwa keduanya sempat menjalin kasih.

Meski awalnya Baharuddin menganggap NS sebagai anak kecil biasa.

Tetapi komunikasi yang terus terjalin menimbulkan rasa cinta dan terbalaskan oleh NS yang menerima ajakan pacaran.

“Mereka ini sempat pacaran,” ungkap AKP Chandra.

Pernikahan Dibawah Umur Ditolak KUA
Lembaga Perlindungan Anak Pinrang dan Dinsos Kabupaten telah memeriksa pernikahan di bawah umur tersebut, serta dibenarkan oleh pihak Kapolsek Suppa.

“Iya betul, ada pernikahan anak di bawah umur dan sudah didalami oleh pemerintah,” papar AKP Chandra dikonfirmasi pada Sabtu (4/7) dilansir dari makassar_iinfo.

Pernikahan di Kampung Lamajakka, Desa Watung Pulu, Kecamatan Suppa, Pinrang, Sulawesi Selatan itu benar-benar mengejutkan.

Sebab penolakan pernikahan anak di bawah umur, diusunglah pernikahan adat BugisMakassar. Baharuddin sang mempelai pria tercatat sebagai warga Kota Makassar.

Ajukan Permohonan ke Pengadilan Agama

Setelah keluarga kedua belah pihak mempelai menerima penolakan dari KUA, mereka mencoba memohon pada Pengadilan Agama Pinrang, Sulsel.

Supaya bisa memperoleh legalitas atau penetapan secara negara. Baharuddin terlepas dari jeratan hukum, sebab tak ada unsur paksaan dan saling cinta yang diakui oleh NS.

“Namun pihak KUA menolak dengan pertimbangan usia perempuan yang tergolong masih di bawah umur. Tapi, kakak kandung dari NS, tetap menikahkan mereka,” jelas AKP Chandra.

Netizen Ramai Menyayangkan Sikap Orang Tua Korban
Sontan unggahan kabar terbaru viralnya pernikahan gadis di bawah umur dengan seorang tunanetra tersebut dibanjiri komentar menohok.

Ayah tiri tega melakukan tindak asusila dan menikahkan anak demi menutupi perilaku bejat, sedangkan ibu sendiri tak melaporkan pada pihak berwajib, sebab takut ancaman cerai.

“Dari anak umur 10 thn jadi korban pencabulan, lalu ketahuan ibu, tapi bukannya sang ibu membantu melepaskan malah membiarkan dgn alasan takut di cerai dari sini kita bisa melihat tak selamanya ibu yang melahirkan kita adalah malaikat kita,” tulis demiairin.

“Jadi guys si bapak tiri merkosa anaknya.. Terus untuk nutupin kejahatannya si anak dinikahkan sama laki-laki tunanetra yang di slide 1.. Lokasi perkosaan slide 2… Bapak tiri slide 3…,” tulis maya.sumantri.

“Emaknya nggak pantes dipanggil ibu lag!!!,” tulis dealistianamusa.

“Terus suami nya yang dinikahkan sama dia gimana? nerima apa dicerai? ya allah teganya,” tulis nadifapoety.

“Jahatt banget ya Allah,” tulis rosdianaris78.

“Setuju banget, muka pelaku nggak ditutupi, biar tau rasa jadi tontonan orang se Indonesia,” tulis lailacharany.

“Woooo,ibune yo gendeng! malah nutupin kelakuan busuk suaminya berat sama suami bejat ketimbang sama anak kandung sendiri…,” tulis naminanida.

Sumber: merdeka.com

loading...
loading...