Permintaan Maaf dan Pengakuan Terduga Pelaku Penganiayaan Audrey, Bantah Benturkan Kepala ke Aspal

by -2,232 views

Remaja putri yang diduga pelaku dari kasus penganiayaan siswi SMP di Pontianak memberikan pengakuan, Rabu (10/4/2019).

Setidaknya ada tujuh siswi SMA yang membuat pengakuan terkait kasus penganiayaan yang menimpa Audrey (14) itu.

Tujuh remaja putri itu pun lantas membuat klarifikasi di Mapolresta Pontianak.

Satu dari tujuh remaja putri itu mengakui dirinya sebagai pelaku dari kasus penganiayaan Audrey.

“Saya salah satu dari pelaku 12 orang ini,” ucap remaja putri yang mengenakan jaket putih bergaris merah.

Ia pun meminta maaf kepada korban dan keluarga.

“Saya meminta maaf kepada korban dan kepada keluarga korban,” katanya.

Kemudian, ia juga menyebut bahwa tidak ada kejadian kepala korban dibenturkan ke aspal seperti kabar yang beredar.

Tak hanya itu, remaja putri itu pun mengatakan, dirinya tidak ada maksud untuk merusak keperawanan korban.

“Tidak ada penyekepan, tidak ada seretan, tidak ada menyiram secara bergiliran, tidak ada pembenturan kepalanya ke aspal itu tidak ada,” terangnya,

“Apalagi untuk merusak keperawanannya,” tambahnya.

Kini, ia merasa turut menjadi korban.

“Sekarang saya sudah di-bully, dihina, dicaci maki, diteror padahal kejadiannya tidak seperti itu,” ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, seorang siswi berinisial Audrey menjadi korban pengeroyokan.

Terduga pengeroyok yang brutal itu berasal dari berbagai SMA di Kota Pontianak.

Korban sendiri saat ini masih tergeletak di rumah sakit, menjalani perawatan insentif guna memulihkan fisik dan psikisnya yang mengalami trauma parah.

Kasus tersebut pun tengah ditindaklanjuti kepolisian setempat untuk dikembangkan dalam proses penyelidikannya.

Dikutip TribunJakarta dari TribunPontianak, Kanit PPA Polresta Pontianak, Iptu Inayatun Nurhasanah mengatakan pihaknya baru saja menerima limpahan berkas dari Polsek Pontianak Selatan pada Senin lalu.

“Kita baru saja mendapatkan limpahan berkasnya,” ucap Nurhasah saat diwawancarai, Senin (8/4/2019).

Sumber: tribunnews.com

loading...
loading...