Perlukah Bayi Tidur Pakai Bantal?

by

Kebutuhan bayi tentunya menjadi perhatian bagi setiap orang tua, apalagi menjelang kelahiran.

Segala macam perlengkapan bayi pastinya disipakan untuk menyambut kelahiran sang buah hati. Mulai dari pakaian, perlengkapan mandi, hingga perlengkapan tidurnya.

Salah satu perlengkapan tidur yang biasa disiapkan orang tua adalah bantal. Bantal bayi ini digunakan sebagai penyangga kepala guna melindungi kepala bayi yang terbilang masih lunak.

Namun, tahukah bahwa ternyata penggunaan bantal ini pengaruhnya sangat besar bagi bayi?

Konon, bentuk kepala bayi dan pertumbuhan rambutnya juga dipengaruhi oleh penggunaan bantal.

Ternyata, tak seperti apa yang dipikirkan banyak orang yang umumnya mengharuskan bayi memakai bantal, ahli kesehatan anak justru menyarankan sebaliknya.

Dua tahun pertama, bayi justru disarankan menjauhi penggunaan bantal untuk bagian kepalanya.

Mengapa bayi tak membutuhkan bantal saat tidur? Ahli menyebut, bantal bisa menyebabkan bayi lemas.

Pertama, kepala bayi yang masih lunak bisa tenggelam ke dalam bantal dan membuatnya lemas.

Bantal juga bisa menekan lubang hidung bayi yang masih kecil karena membatasi aliran udara ketika bayi menggerakkan kepala dari satu sisi ke sisi lain.

Kedua, bantal meningkatkan risiko sudden infant death syndrome (SIDS) atau sindrom kematian mendadak pada bayi dengan berbagai cara.

Jika bantal diisi busa atau manik-manik thermocol yang bisa lepas tanpa sengaja, ini bisa menyebabkan bayi tersedak.

Demikian juga bantal tapal kuda yang umum digunakan bayi, disinyalir bisa membatasi gerakan bayi.

Ketiga, menyebabkan over heating. Kebanyakan bantal bayi yang mewah dengan sarung menarik biasanya terbuat dari poliester atau bahan selain kapas.

Ini bisa meningkatkan panas berlebih (over heating) dan menyebabkan fluktuasi suhu tubuh. Keringat berlebihan pada bayi akibat bantal panas menyebabkan hipertemia dan mengancam jiwa.

Keempat, menyebabkan sindrom kepala datar. Tidur di atas bantal terlalu lembut dan dalam waktu lama bisa menimbulkan sindrom kepala datar pada bayi.

Ini karena tekanan konstan pada sisi bawah kepala, sehingga menyebabkan cacat struktural.

Lalu, bagaimana agar bayi aman dan nyaman dalam tidurnya?

Selain menghindari penggunaan bantal hingga dua tahun, ahli menyarankan ketika memilih bantal untuk balita pastikan bantal tersebut padat dan rata.

Ubahlah posisi tidur bayi untuk menghindari sindrom kepala datar karena tekanan konstan pada sisi yang sama.

Pastikan tempat tidur bayi jauh dari pemanas ruangan, gawai, dan barang elektronik lainnya.

Sumber: islampos.com

Loading...
loading...
loading...