Penyebab Pasangan PNS Selingkuh Tak Sadarkan Diri Dalam Mobil, Dokter Beri Penjelasan

by -30,403 views

Sejoli PNS mesum di dalam mobil Innova sampai pingsan.

Pasangan selingkuh mesum di mobil tercatat berdinas di Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan, Sumatera Utara.

Sebelum ditemukan dalam keadaan pingsan, ternyata keberadaan pasangan selingkuh ini sudah diketahui sejumlah pengendara yang melintas.

Warga sempat curiga melihat mobil Innova dengan mesin menyala terparkir sejak sore dan tampak begoyang-goyang.

“Udah dari sore mobilnya parkir di situ, pas kami lewat sore itu mobilnya goyang-goyang,” ungkap warga yang melihat.

Pasangan mesum ditemukan warga dalam keadaan pingsan di dalam sebuah mobil Innova warna hitam BK 1746 BC di kawasan Jalan Pabrik Benang, Kisaran, Asahan pada Kamis (4/6/2020) sekitar pukul 23.00 WIB.

Keracunan Karbondioksida
Terpisah dokter RSUD H Abdul Manan Simatupang, dr Faizal Muslim menyebutkan bahwa kedua ASN itu dirawat karena diduga mengalami keracunan karbon dioksida.

Terlebih saat diantarkan polisi ke RSUD H Abdul Manan Simatupang, keduanya dalam kondisi tak sadarkan diri.

Tidak ditemukan tanda-tanda yang mencurigakan di tubuh keduanya.

“Ada 2 orang, diantarkan polisi ditemukan di dalam mobil, dengan kondisi tak sadarkan diri. Jadi dugaaan awal kita penyebab mereka tak sadarkan diri karena keracunan karbondioksida, karena ditemukan di dalam mobil hidup mesin, AC menyala dan kondisi kaca tertutup,” sebut Faizal pada Jumat (5/6/2020) dini hari.

“Tidak ada tanda kekerasan. Saya hanya bisa sampaikan pasien tidak sadarkan diri. Itu saja yang bisa saya sampaikan,” tambahnya.

Kadisdik Asahan Mengaku Malu
Ketika dikonfirmasi, Kepala Dinas Pendidikan Asahan, Sofyan menyebutkan pihaknya mengaku miris dengan perilaku kedua ASN tersebut.

Kami dinas pendidikan sangat malu, kecewa. Kami sayangkan kenapa bisa terjadi, seharusnya mereka ini kan menjadi contoh, tauladan. Bukan malah sebaliknya,” kata Sofyan, Jumat (5/6/2020).

Ia pun dengan tegas akan menindak perilaku tak pantas kedua bawahannya itu. Saat ini sudah dilaporkan ke Bupati Asahan dan sedang diproses secara administrasi.

“Kejadiannya di luar jam kerja. Tapi tetap akan kita berlakukan sesuai aturan ASN. Paling tidak jabatannya kita copot,” tegasnya.

Sofian menambahkan, tidak tertutup kemungkinan akan menindak keduanya sesuai dengan UU ASN yang berlaku.

“Langkah kedua, nanti kan ada ketentuan Undang-undang ASN kan ada. Akan kita tindak,” pungkasnya.

Sumber: tribunnews.com

loading...
loading...