Pengorbanan Gadis Kaltim Dicabuli Ayah Tiri Tapi Tidak Lapor, Takut Ibu Terluka

by -4,480 views

Kisah pengorbanan gadis Kaltim digauli ayah tiri tapi tak lapor demi ibu baru-baru ini terkuak.

Gadis Kaltim itu punya alasan tersendiri mengapa melakukan hal tersebut.

Padahal sebenarnya ia mengerti bahwa perbuatan ayah tirinya itu harus dilakukan. Simak berita selengkapnya.

Diketahui, kasus asusila terhadap anak kembali mencuat di Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur (Kaltim).

Korban adalah dara bernama Bunga, sebut saja begitu, yang saat ini berusia 19 tahun.

Baru-baru ini, Bunga melapor ke aparat Kepolisian setempat atas perlakuan tak pantas ayah tirinya.

Perlakuan tak panas ayah tiri Bunga dilakukan selama tiga tahun belakangan, sejak ia berusia 16 tahun atau kelas 2 SMA.

Hal ini terungkap oleh Polres Kutim saat membeberkan kepada Tribunkaltim.co. Kepada Polisi, sang korban mengaku dirudapaksa sang ayah tiri.

Kronologi
Kejadian bermula saat Bunga pertama kali saat diantar berangkat sekolah olah sang ayah tiri, tiga tahun lalu.

Saat itu, ia yang dibonceng motor. Bunga sempat menanyakan pada sang ayah, mengapa tidak menurunkannya di sekolah.

Melainkan di sebuah penginapan. Tetapi sang ayah bilang kerena akan bertemu seseorang di tempat itu.

Hari itu, korban sempat ditinggal di dalam kamar yang dikunci dari luar. Namun sekitar pukul 10.00 pagi, sang ayah kembali ke kamar hotel.

Bunga yang tertidur, tiba-tiba bangun karena merasa ada yang memeluk dari belakang.

“Ternyata sang ayah tiri,” ungkap Kapolres Kutai Timur AKBP Indras Budi Purnomo didampingi Kapolsek Muara Wahau, AKP M Yusuf, Senin (20/1/2020), dikutip dari TribunKaltim.

Bunga yang bertubuh mungil mencoba meronta. Namun, tersangka langsung menindis tubuh dan tangannya.

Kemudian melakukan perbuatan yang tak pantas dilakukan oleh seorang ayah.

Sejak itu, Bunga terus menjadi sasaran sang ayah, sampai sekitar 24 kali selama tiga tahun.

“Dengan tempat yang juga berbeda-beda, mulai di Muara Wahau, Kongbeng hingga Sangatta,” beber Yusuf, dikutip TribunJatim.com.

Akhirnya Bunga Berani Lapor
Akhirnya Bunga kini berani melaporkan penderitaan yang dialaminya.

Ia merasa telah cukup dewasa untuk melapor ke polisi. Selain itu, ia dulu tidak ingin membuat ibunya terluka.

Karena antara peristiwa pertama kali yang ia dialami, dengan pernikahan sang ibu dengan tersangka, hanya terpaut satu tahun.

Sang ibu, menikah dengan tersangka pada 2015 lalu. Atas perbuatannya, tersangka diancam hukuman penjara paling singkat lima tahun, dan paling lama 15 tahun.

Sebagaimana diatur dalam pasal 81 ayat (1), (2), dan (3) Jo Pasal 76 D atau Pasal 82 ayat (1) dan (2) Jo Pasal 76 E UURI Nomor 17 tahun 2016, tentang Perubahan Kedua Atas UURI Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak.

Sumber: tribunnews.com

Loading...
loading...
loading...