Pembalut Rebus Belum Usai, Warga Yogja Kini Dihebohkan Sama Begal Buah Dada

by

Belum usai fenomena pembalut rebus yang menjangkiti para remaja Jawa Tengah, kini di Yogjakarta, dihebohkan dengan fenomena begal payudara.

Fenomena ini semakin menggeliat manakala beberapa waktu lalu, sebuah rekaman CCTV hebohkan publik lantaran menunjukkan tindakan pelecehan seksual terhadap seorang bule yang tengah berjalan di Kampung Bule, Jalan Prawirotaman, Yogyakarta.

Dilihat dari rekaman tersebut, dua orang bule wanita terekam tengah berjalan di malam hari, saat asyik berbincang.

Mendadak dari arah berlawanan seorang pengendara sepeda motor dengan kecepatan tinggi menghampiri dua bule tersebut.

Saat sudah dekat pengendara itu langsung memuaskan tabiat kambing jantannya dengan meremas payudara salah seorang bule tersebut.

Sontak saja bule yang jadi korban begal payudara itu kaget dan berteriak, dia juga tampak menoleh ke belakang untuk melihat pelaku.

Setelah melakukan aksinya, pelaku langsung kabur meninggalkan lokasi.

Mendengar teriakan seperti itu, salah seorang karyawan hotel yang kebetulan berada dilokasi kaget mendengar jerita wanita.

Merasa ada yang tak beres, karyawan hotel itu kemudian mengecek rekaman CCTV dan benar ternyata teriakan wanita itu berasal dari bule yang menjadi korban begal payudara.

“Kejadian Minggu (4/11) malam, waktu itu saya baru keluar, tiba-tiba di-whatsapp karyawan saya tanya bisa lihat rekaman CCTV tidak. Dia bilang baru saja ada bule perempuan jalan di depan Hostel tiba-tiba berteriak keras sekali,” cerita Yudhistira saat dihubungi¬†detikcom, Jumat (9/11).

Keesokan harinya, setelah mendapat laporan dari karyawannya, si pemilik hotel kemudian bergegas melaporkan kepada pihak yang berwajib.

Sementara itu, pihak walikota dan pihak keraton Jogjakarta juga meminta agar pelaku segera ditangkap agar kejadian serupa (begal payudara) tidak terulang kembali.

Simak videonya berikut

Semoga kasus ini diusut tuntas, dan semoga para pelaku tertangkap.

Yogya sudah kondusif, jangan mencemarkan Yogya dengan segala kearifan lokalnya.

Sumber: keepo.me

Loading...
loading...
loading...