Oknum Guru Ngaji di Palembang Cabuli Murid Saat Istrinya Sedang Hamil Tua

by -207 views

Seorang guru ngaji di Palembang, Sumatera Utara,  nekat mencabuli muridnya dengan modus latihan pernapasan.

Padahal istri pelaku tengah hamil 9 bulan. Pelaku mengaku sudah mengincar korban.

Kelakuan bejatnya itu dilakukan di rumah tahfidz.

Oknum guru mengaji ini bernama Wahyu Hidayat (28) warga Jalan Sriwijaya Pusri Borang Kecamatan Sako Palembang.

Aksi tersangka harus berurusan dengan polisi.

Wahyu diamankan karena melakukan aksi pencabulan terhadap anak dibawah umur saat sedang belajar mengaji sebut saja Bunga.

Tersangka sempat diamuk warga yang kesal dengan perbuatan yang dilakukan tersangka terhadap anak muridnya sendiri.

Tersangka mengaku baru satu kali melakukan aksi pencabulan terhadap muridnya. Korban yang baru empat bulan belajar mengaji, ternyata sudah menjadi incaran tersangka.

“Ketika itu, kami hanya berdua saja. Kami di rumah tahfidz di kawasan Sako Palembang. Memang sudah aku incar korban itu, karena dia ini beda dengan murid yang lain. Aku remas bagian dada dan meraba pahanya,” ungkap tersangka saat diamankan di Polsek Sako, Selasa (13/10/2020).

Saat melakukan aksinya, tersangka tidak sama sekali menggunakan dalaman. Hanya menggunakan gamis berwarna ungu agar lebih mudah.

Saat mengajari korban mengaji itulah tersangka melancarkan aksinya untuk mencabuli korban. Korban yang lugu, tidak tahu bila dirinya sudah dicabuli.

“Aku tidak tahu bagaimana bisa ketahuan. Karena, saat aku melakukan itu korban juga tidak teriak. Memang, ketika aku pulang dari minimarket, orangtua korban datang. Mungkin korban yang cerita sama orangtuanya,” ungkap tersangka.

Tersangka ini, ternyata sudah empat tahun mengajar mengaji di rumah tafidz tersebut. Ia mengaku khilaf karena melihat tubuh korban.

Meski, tersangka ini sudah memiliki seorang istri yang sedang hamil sembilan bulan anak pertama nya.

Kapolsek Sako AKP Rian Suhendi menuturkan, pihaknya mengamankan tersangka pencabulan dari lokasi tempat mengajar mengaji.

“Modusnya mengajar ngaji. Karena suara korban terlalu kecil kemudian tersangka berpura-pura mengajar melatih pernapasan. Saat itulah tersangka awalnya memegang perut korban hingga bagian sensitif korban,” ucap Rian.

Rian juga mengatakan, saat ini pihaknya akan menyerahkan tersangka ke Unit PPA Polrestabes Palembang untuk diproses lebih lanjut.

“Tersangka akan kita bawa ke Unit PPA Polrestabes Palembang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” kata Rian.

Sumber: tribunnews.com

loading...
loading...