Nurdin Usap Darah Sang Istri ke Wajah Usai Membunuhnya, Agar Tak Didatangi dan Diganggu Arwah

by -1,838 views

Pelaku Nurdin (35) yang membunuh istrinya Marsitah (30) di Pasar Mingguan (Kalangan) di Desa Tanjung Besar Kecamatan Mekakau Ilir, OKU Selatan sempat mengusapkan darah korban ke mukanya sebelum pergi meninggalkan tempat kejadian perkara atau TKP.

Mengusap darah korban ke mukanya itu dilakukan Nurdin lantaran mempercayai apabila ritual tersebut dilakukan maka kejadian horor seperti arwah istrinya tidak akan mendatanginya atau mengganggunya.

“Saya tahu dari teman, kalau mengusapkan darah korban ke mukanya tidak akan didatangi atau diganggu arwahnya,” ujar Nurdin saat diwawancara Sripoku.com di Mapolres OKU Selatan, Jumat (13/12/2019) malam.

Setelah kejadian tragis tersebut Nurdin pergi meninggalkan TKP sempat pulang ke rumahnya, sebelum melarikan diri ke kebun kopi miliknya yang tidak jauh dari Desa Tanjung Besar, Kecamatan Mekakau Ilir.

“Saya pulang ke rumah dulu, takut keluarga korban mengamuk saya pergi ke kebun,” kata dia.

Nurdin mengungkapkan tega membunuh istrinya sendiri lantaran kalap istrinya tidak menuruti perintahnya yang melarang berteman dengan AS yang pernah mengajak korban pergi dari rumah beberapa bulan lalu.

“Dia sempat minggat dari rumah dengan alasan mau cari pekerjaan ke Bengkulu,” ujarnya.

Takut kembali ditinggal istrinya, alasan Nurdin melarang istrinya berhubungan akrab dengan AS, sehingga sempat terjadi percekcokan sebelum membabi buta membunuh istrinya.

Kendati demikian Nurdin menyesali perbuatannya yang telah menghilangkan nyawa istrinya tersebut, hingga harus mempertanggung jawabkan perbuatannya mendekam di penjara.

“Iya mengingat peristiwa itu saya sangat menyesal,” ujar Dia.

Kapolres OKU Selatan AKBP Deny Agung Andriana SIK, MH melalui Kasatreskrim AKP Kurniawi HB SIK, MM yang disampaikan Brigpol Chidir Apriansyah, SH membenarkan pelaku tega membunuh istrinya karena membantah teguran pelaku.

“Iya motifnya karena korban tidak mengindahkan teguran dari pelaku, pelaku berhasil kita amankan di kebun kopi. Dia ditangkap tanpa perlawanan oleh tim gabungan Sat Reskrim Polres OKU dan Polsek Mekakau Ilir,” ujar Chidir.

Nurdin (35), pelaku pembunuhan terhadap istrinya sendiri

Istri Pernah Kabur Bersama Sahabat
Pengakuan mengejutkan diberikan Nurdin (35), pelaku pembunuhan terhadap istrinya sendiri di sebuah pasar mingguan (kalangan) di Desa Tanjung Besar, Kecamatan Mekakau Ilir saat diamankan di Mapolres OKU Selatan, Jumat (13/12/2019).

Ketika diamankan di Sat Reskrim Polres OKU Selatan, Nurdin membuat pengakuan mengejutkan hingga ia tega menghabisi nyawa istri yang dicintainya.

Nurdin mengaku kalap karena korban yang kerap membantah larangannya untuk tidak berteman dengan AS, sahabat korban yang sempat bersama-sama meninggalkan rumah beberapa bulan yang lalu.

“Dia tidak menuruti kata saya, untuk tidak lagi berteman dengan AS,” ujar Nurdin diwawancara Sripoku.com, Jumat (13/12/19) malam.

Tersangka Nurdin takut istrinya tersebut kembali meninggalkannya bersama anak-anak di rumah, sehingga dia selalu berusaha memantau istrinya Marsitah agar tidak berteman dengan AS.

Alasannya, lantaran beberapa bulan lalu selama 4 hari istrinya Marsitah pergi ke Bengkulu bersama teman wanitanya AS.

Kejadian ini menjadi pikiran bagi Nurdin sehingga ia menduga istrinya menyimpan rahasia darinya.

“Saya takut dia kembali pergi bersama temannya AS, makanya saya larang mereka berteman,” ujarnya kepada Sripoku.com saat diamankan di Sat Reskrim Polres OKU Selatan.

Sebelumnya diberitakan, seorang suami pelaku pembunuhan sadis istrinya sendiri di Desa Tanjung Besar Kecamatan Mekakau Ilir, Kabupaten OKU Selatan berhasil diringkus tim gabungan Sat Reskrim Polres OKU Selatan dan Polsek Mekakau Ilir.

Tersangka Nurdin (35) berhasil diringkus tanpa pelawanan di sebuah Pondok Kebun Kopi milik pelaku pada Jumat (13/12/2019) sekira pukul 13.00 WIB.

Kapolres OKU Selatan AKBP Denny Agung Andriana SIK, MH melalui Kasatreskrim AKP Kurniawi HB SIK, MH membenarkan terkait penangkapan pelaku.

“Pelaku pembunuhan sadis, suami bunuh istri berhasil kita amankan dikebun kopi tanpa perlawanan,” ujar Kurniawi, Jumat (13/12/2019).

Pelaku pembunuhan sadis, suami bunuh istri melarikan diri ke kebunnya yang berjarak kisaran satu kilometer dari Desa Tanjung Besar.

Namun berdasarkan informasi yang dihimpun, diduga kuat Nurdin memang kurang sehat alias mengalami gangguan jiwa.

Tetapi hal itu dibantah oleh pihak kepolisian, karena semua masih dalam penyelidikan terkait.

Kapolsek Mekakau Ilir Resor Kabupaten OKU Selatan, Ipda Wilson membenarkan ada peristiwa seorang suami bunuh istri di hadapan warga di Pasar. Tetapi motifnya masih didalami.

“Benar, korban ditusuk di depan orang ramai karena di sana sedang ada pasar kalangan,” ujar Wilson, kepada Sripoku.com, Rabu (12/12/2019).

Menurut Wilson, kejadian tragis tersebut terjadi di depan umum tepatnya di rumah salah satu Kadus di Desa Tanjung Besar, Kecamatan Mekakau Ilir yang terjadi sekitar pukul 11.30 WIB siang saat di desa sedang berlangsung pasar mingguan atau pasar kalangan.

Kronologis
Tragis nasib Marsitah (30), warga Desa Tanjung Besar, Kecamatan Mekakau Ilir, Kabupaten OKU Selatan, Provinsi Sumatera Selatan.

Ia justru tewas mengenaskan dengan sejumlah luka tikaman di perutnya oleh pria yang telah menikahnya.

Kejadian penikaman yang dilakukan seorang suami kepada istrinya justru terjadi di dekat pasar kalangan atau pasar yang buka seminggu sekali di Desa Tanjung Besar, Kamis (12/12/2019).

Terkait dengan kejadian ini, Kapolsek Wilson mengaku akan segera melakukan penyidikan dan meminta keterangan warga terkait motif pembunuhan tersebut.

Sementara pelaku suami bunuh istri diketahui bernama Nurdin (35) masih dalam pengejaran polisi.

“Korban mengalami luka tusuk senjata tajam di bagian perut dan meninggal dunia dalam perjalanan ke Puskesmas setempat,” kata Wilson.

Diduga Kurang Sehat
Nurdin dikenal sebagai individu tidak suka dan jarang membaur dengan warga.

Setelah menghabisi nyawa istrinya, laki-laki yang jarang ke luar rumah dan jarang membaur dengan warga sekitarnya tersebut melarikan diri.

“Suaminya tersebut memang kurang bermasyarakat pada warga sekitar Desa sini,” ujar Kepala Desa Tanjung Besar, Muhin, Rabu (12/12/2019).

Selain itu, Nurdin dinilai warga sebagai individu yang memiliki gangguan kejiwaan, hingga warga yang sedang ramai beraktivitas di Pasar Mingguan dihebohkan dengan penusukan oleh pelaku Nurdin.

“Dia memang tidak pernah terlihat kumpul-kumpul dengan masyarakat dan setahu saya dia memang kurang sehat,” kata Dodi, warga setempat.

Sumber: tribunnews.com

loading...
loading...