Niat Mandi Idul Fitri dalam Bahasa Arab, Latin, dan Terjemahannya

by -5,626 views

Hari Raya Idul Fitri 2019 datang lusa nanti. Banyak amalan yang sunah dikerjakan, salah satunya mandi Hari Raya Idul Fitri. Berikut niatnya.

Mandi sebelum Idul Fitri merupakan jenis mandi yang disunahkan oleh Rasulullah SAW.

Selain mandi sebelum Idul Fitri, beberapa di antaranya adalah mandi sebelum sholat Jumat, mandi setelah memandikan mayat, dan mandi sebelum Hari Raya Idul Adha.

Mandi sunah ini dapat dilakukan sejak tengah malam hari raya atau pada pagi saat Subuh.

Berikut niat mandi Hari Raya Idul Fitri dalam bahasa Arab:

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِيَوْمِ عِيْدِ الْفِطْرِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

Latin:
nawaitul ghusla liyaumi ‘iidil fithri sunnatan lillaati ta’aala

Artinya:
“Niat saya mandi pada hari Raya Idul Fitri sunnah karena Allah Taala”

Selain mandi, ada beberapa amalan sunah saat Hari Raya Idul Fitri.

Pada malam Idul Fitri, para ulama sepakat menghidupkan malam Idul Fitri dengan salat atau amalan sunah lainnya, seperti takbir.

Disunahkan juga makan sebelum melaksanakan sholat Idul Fitri. Namun, saat Idul Adha, disunahkan tidak makan sampai selesai sholat Idul Adha.

Selain itu, berhias diri pada Hari Raya. Untuk laki-laki memakai wangi-wangian dan pakaian yang bagus.

Disunahkan juga mencukur rambut, memotong kuku, dan menghilangkan bau tidak sedap. Kemudian bertakbir ketika keluar hendak salat Id hingga akan dilaksanakan sholat Idul Fitri.

Sholat Idul Fitri dikerjakan secara berjemaah, dengan khotbah setelah salat. Hal ini seperti khotbah Jumat dalam hal syarat dan rukunnya.

Seusai sholat Idul Fitri, disunahkan bersilaturahmi. Hal ini sesuai hadis Rasulullah SAW bahwa silaturahmi dapat memperpanjang usia, menambah rezeki, dan menumbuhkan kasih saying di antara sesama umat Islam.

Terakhir, puasa 6 hari di bulan Syawal. Dalam hadis Rasulullah,

“Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadhan, lalu ditambah dengan 6 hari di bulan Syawal, seolah-olah ia telah berpuasa setahun penuh.”

Puasa boleh dilakukan mulai hari kedua bulan Syawal sampai hari ketujuh Syawal. Namun diperbolehkan jika ingin berpuasa secara acak di bulan Syawal. Namun ingat, jangan berpuasa pada Hari Raya Idul Fitri atau 1 Syawal, karena hal itu diharamkan.

Sumber: detik.com

Loading...
loading...
loading...