Nenek 71 Tahun yang Dinikahi Duda Muda Ternyata Ortu Juragan Bakso

by -9,323 views

Di balik viral seorang duda muda nikahi nenek 71 yang mempunyai 8 cicit perlahan terungkap.

Si duda muda itu adalah tukang bakso keliling. Dia menikahi si nenek yang merupakan orangtua dari juragan bakso.

Duda muda itu adalah Nuryani, berusia 36 tahun. Dia menikahi Yatemi, nenek berusia 71 tahun.

Pernikahan ini terjadi di Dusun/Desa Kepel, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk.

Kabar pernikahan Nuryani-Yatemi viral di media sosial. Banyak warganet yang terheran-heran,

sebab Nuryani yang notabene duda beranak satu mau menikahi perempuan lansia yang telah memiliki 8 anak, 12 cucu dan 8 cicit.

Lantas, bagaimana awal mula asmara pasangan ini?

Nuryani bercerita, kisah asmaranya bermula saat dirinya ikut berjualan bakso yang diproduksi salah satu anak Yatemi mulai empat tahun lalu.

Kala itu, Nuryani sudah berstatus duda anak satu setelah bercerai dengan istri pertamanya.

“Ceritanya begini. Saya kan ikut kerja (jualan) bakso di anaknya ini, beliau sudah janda,” kata Nuryani saat ditemui suarajatim.id di kediamannya, Dusun Dlopo, Desa Kepel, Kecamatan Ngetos, Nganjuk, Kamis (25/6/2020).

Yatemi berstatus janda setelah suami pertamanya meninggal sekitar dua tahun lalu.

Setelah itu Yatemi tinggal seorang diri, sementara anak-anaknya telah berkeluarga dan tinggal di kediamannya masing-masing.

Sudah dua tahun Yatemi hidup tanpa pendamping.

Hingga akhirnya ia menemukan tambatan hatinya, yakni Nuryani, seorang pemuda yang menjualkan bakso yang diproduksi salah satu anaknya.

Menurut Nuryani, adalah Yatemi yang mula-mula mengajaknya menikah.

Karena juga menaruh hati kepada Yatemi, akhirnya tawaran itu diterima. Keduanya akhirnya melangsungkan pernikahan pada Kamis (11/6/2020) lalu.

“Saat ditawari menikah, saya (jawab) mau,” ucap Nuryani seraya tertawa.

Awalnya pernikahan Nuryani dan Yatemi tak berjalan mulus. Pihak keluarga Nuryani tak menyetujui pernikahan itu.

Alasannya karena mempelai perempuan telah lanjut usia (lansia) dan telah memiliki belasan cucu.

“Keluarga di Kepel pendapatnya ‘coro aku yo ra setuju, wong cah nom kok oleh wong tuwek (umpama aku ya tidak setuju, anak muda kok dapat perempuan tua)’. Itu pendapat keluarga. Tapi teman-teman mendukung,” tuturnya.

Namun karena Nuryani juga menaruh hati ke Yatemi dan tekadnya telah bulat, keluarga Nuryani akhirnya luluh.

“Jadinya orang tua terserah ‘ya wes nek karepmu ngono (ya sudah kalau maumu begitu)’,” katanya.

Cinta tak membutuhkan banyak alasan, mungkin itu kata yang tepat disandingkan pada sosok Nuryani.

Setelah merasa klop, bermodal mahar Rp 100 ribu ia melangsungkan ijab kabul dengan keluarga Yatemi pada 11 Juni lalu.

“Alasannya satu, dia (Yatemi) itu sayang, (memberi) cinta dan kasih sayang. Saya juga sudah melihat sifat kelakuanya, (cocok) untuk meneruskan kehidupan ini,” sebutnya.

Sumber: suara.com

loading...
loading...