Nelayan Aceh Bersikeras Tolong Pengungsi Rohingnya: Warga Siap Tampung Mereka, Uangnya Cari Patungan

by -2,328 views

Kapal yang mengangkut 94 pengungsi Rohingnya ditepikan oleh beberapa nelayan asal Kabupaten Aceh Utara.

Kapal motor yang ditumpangi pengungsi asal Myanmar itu sempat terombang-ambing di perairan Seunuddon, Aceh Utara pada Rabu (24/6/2020).

Awalnya tiga nelayan yang tengah melaut, Abdul Aziz, Faisal, dan Raja mendengar teriakan minta tolong.

Akhirnya para pengungsi ini dievakuasi ke darat oleh para nelayan menggunakan kapal motor kecil.

Aksi penyelamatan ini dilakukan para nelayan karena merasa prihatin dengan kondisi para pengungsi Rohingnya.

Dikutip dari Antara via Kompas.com, kapal sempat merapat di bibir pantai Lancot, Aceh Utara karena terbawa angin.

Namun aparat gabungan SAR Aceh, BPBD, dan TNI/Polri tidak mengizinkan mereka untuk turun.

Melihat hal ini, warga sekitar memaksa petugas untuk membiarkan para pengungsi ini turun.

“Kita sesama muslim. Masak iya, kita tidak bantu mereka.”

“Warga desa ini siap menampung mereka dan memberi makan. Uangnya kita cari, patungan,” kata Kepala Desa Lancok, Nasruddin, dikutip dari Kompas.com.

Nasruddin mengaku melakukan ini atas dasar kemanusiaan.

Dia juga meminta pemerintah segera menanggapi nasib para pengungsi Rohingnya ini.

“Mereka sudah sangat lelah di kapal itu. Segera tarik mereka ke darat, kami beri makan,” ujarnya.

Senada dengan Nasruddin, warga lainnya Aples Kuari mengatakan akan menjemput para pengungsi bila pemerintah mengembalikan mereka ke laut.

“Kami jemput pakai perahu kami, di sini semua nelayan punya perahu.”

“Janganlah begitu kejam pada sesama muslim. Kita harus tolong mereka, baru pikirkan opsi sesuai regulasi internasional soal imigran,” kata Kuari.

Ingin Menuju ke Australia
Menurut Bupati Aceh Utara, Muhammad Thaib para pengungsi Rohingnya sebenarnya tidak menuju ke Indonesia.

Mereka ingin berlayar menuju ke Australia namun meminta bantuan kapal untuk melanjutkan perjalanan.

“Kita pastikan standar Covid-19 terpenuhi. Tadi kita sudah komunikasi dengan warga Rohingya itu pakai penerjemah.

“Mereka meminta dibantu kapal yang bagus untuk meneruskan perjalanan ke Australia,” kata pria yang akrab disapa Cek Mad ini, dikutip dari Kompas.com.

Cek Mad menjelaskan, saat ini TNI AL akan mencoba mencarikan kapal yang bisa diberikan kepada warga Rohingnya.

Dia juga mengatakan bahwa para pengungsi sudah memiliki koneksi yang bisa membantu mereka menetap di sana.

Namun saat ini Cek Mad dan jajarannya telah memutuskan untuk menampung para pengungsi atas dasar kemanusiaan.

Semua pengungsi dinyatakan negatif Covid-19 setelah rapid test.

Mereka yang sakit akan dilarikan ke Rumah Sakit Cut Meutia, Aceh Utara.

Sumber: tribunnews.com

loading...
loading...