Muntah Darah Dianiaya Ayah Tiri, Balita 14 Bulan di Sumsel Trauma hingga Begini Saat Didekati Pria

by

Balita 14 bulan di Kecamatan Sindang, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, Sumatera Selatan bernama Alif Alfaris mengalami nasib nahas.

Balita tersebut dianiaya oleh ayah tirinya berinisial R (30).

Dikutip TribunJakarta.com dari Sripoku, ayah kandung Alif Alfaris, Ahdison (32) mengatakan balita itu bahkan sempat kritis.

Di leher mungil Alif Alfaris terdapat luka bekas cekikan.

Ahdison bahkan mengatakan putra bungsunya itu sempat muntah darah hingga dua kali.

“Sempat kritis, sebab pada di bagian leher seperti dicekik. Mukanya membiru seperti dicakar. Dan pada bagian telinga juga demikian. Bahkan sempat muntah darah sebanyak dua kali,” ujar Ahdison di Unit PPA Polres OKU Selatan, Kamis (26/9/2019).

Ahdison mengatakan Alif Alfaris mengalami trauma mendalam setelah peristiwa penganiayaan.

Alif Alfaris menjelaskan setiap bertemu dengan seorang pria, balita tersebut memberikan reaksi tak biasa.

Mulanya Ahdison menjelaskan, ia dan manta istrinya Evi Ria Siska (24) telah bercerai sejak bulan Oktober 2018 lalu.

Mantan istrinya kemudian menikah lagi dengan R pada bulan Februari 2019.

Pernikahan Ahdison dan Evi Ria Siska dikaruniai dua orang anak.

Anak sulungnya ikut dan diurus oleh Ahdison.

Sedangkan Alif Alfaris yang masih balita diurus oleh Evi Ria Siska dan suami barunya tersebut.

Ahdison mengungkapan hingga saat ini Alif Alfarais, ketakuan tiap kali didekati oleh pria.

Tak cuma itu, balita tersebut bahkan menolak untuk digendong oleh anggota keluarganya yang lain.

“Kalau ada keluarga ataupun laki-laki yang ingin menggendongnya dia menolak, seperti ketakutan,” ujar Ahdison.

Ahdison berharap pelaku segera ditangkap untuk mempertanggungjawabkan kekejiannya terhadap anak kandungnya tersebut.

“Saya harap dia segera ditangkap untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” katanya.

Ahdison menjelaskan akan mengurus sendiri anaknya tersebut setelah peristiwa penganiayaan yang dilakukan R.

“Kalau mantan istri saya masih dengan pria tersebut tidak akan saya kembalikan dia kepada ibunya, biar saya yang urus,” tambahnya.

Sementara itu R telah kerap kali menganiaya Alif Alfarais.

Peristiwa tak terpuji itu diduga terakhir kali terjadi pada 14 Agustus 2019 lalu.

Kapolres OKU Selatan AKBP Deny Agung Andriana SIK MH, melalui Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA)

Kanit PPA Brigpol Ade Rosdianto, SH membenarkan telah menerima laporan dari keluarga korban.

“Iya, kita telah menerima laporan satu orang terlapor yakni ayah tirinya. Namun saat ini kita belum bisa menyimpulkan,” ujar Ade.

Sumber: tribunnews.com

Loading...
loading...
loading...