Motif Pembunuhan Mayat Tanpa Kepala Blitar Diduga Asmara Sesama Jenis, Sosok ‘Teman Dekat’ Terungkap

by

Polisi perkuat motif pembunuhan Budi Hartanto, mayat tanpa kepala di Blitar sebagai motif asmara.

Motif pembunuhan Budi Hartanto, guru honorer yang mayatnya ditemukan tanpa kepala di Blitar atas adanya persoalan asmara.

Menurut Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera, beberapa dugaan motif pembunuhan seperti ekonomi dan perampokan semakin tak terbukti.

Motif asmara dalam kasus ini terlihat semakin menguat, merujuk pada indikasi asmara sesama jenis.

“Jadi kami hilangkan motif perampokan atau ekonomi, kami masuk pada motif asmara,” terangnya, dikutip TribunStyle.com dari TribunJatim.com, Sabtu (6/4/2019).

Temuan lain memperkuat adanya indikasi bahwa korban memiliki orientasi seksual yang berbeda dari kebanyakan orang.

Ini diperoleh penyidik dari keterangan para saksi.

Budi Hartanto korban mutilasi

“Nah, inilah yang akan tim penyidik dalami berkaitan dengan orientasi seksual yang berbeda,” tambah Barung.

Meski tak menyebut orientasi seksual yang berbeda secara spesifik, korban diduga memiliki orientasi seksual sejenis.

Ada kecenderungan ke arah situ sih,” paparnya.

Sementara itu, terungkap sosok pria teman dekat Budi Hartanto, guru honorer yang ditemukan tewas tanpa kepala di Blitar.

Pores Blitar Kota akhirnya memeriksa I , teman dekat Budi Hartanto yang sebelum kejadian sempat janjian bertemu korban, Selasa (2/4/2019) malam.

I diperiksa sebagai saksi bersama dengan 13 saksi lainnya.

Postingan terakhir Budi Hartanto

Menurut keterangan Kapolres Blitar Kota, AKBP Adewira Negara Siregar, Jumat (5/4/2019), I sempat janjian dengan Budi Hartanto sebelum korban ditemukan tewas tanpa kepala.

“Dari pemeriksaan percakapan di ponselnya, I ini mau bertemu dengan korban Selasa malamnya,” tutur Adewira.

Menurut keterangan I, ia belum lama berkenalan dengan korban Budi Hartanto.

Untuk maksud pertemuan tersebut, polisi masih mendalaminya.

“Malam sebelum jasad korban ditemukan di pinggir sungai, mereka mau ketemuan lagi. Untuk keperluan apa mereka bertemu, itu yang masih kami dalami,” tandasnya.

Sementara ketika disinggung apakah I merupakan pasangan sesama jenis korban, polisi masih belum bisa memastikan.

Namun, pihaknya memastikan jika I adalah teman dekat korban.

“Saksi-saksi yang diperiksa rata-rata teman dekat korban,” tukasnya.

Menurut hasil otopsi, Budi Hartanto yang dalam kesehariannya mengajar sebagai guru tari ini diduga sempat melawan sebelum dibunuh.

Pasalnya, terdapart bekas luka di pergelangan lengannya seperti luka tangkisan.

“Juga ditemukan luka sayat di pergelangan tangan korban. Mungkin luka tangkisan dan sebagainya,” lanjut Adewira.

“Semua kemungkinan masih bisa terjadi,” sambungnya.

Polisi masih berusaha kuat mengungkap kasus ini untuk mengungkap pelaku dan mencari keberadaan kepala korban.

“Mudah-mudahan dalam waktu dekat polisi mengungkap pelaku dengan begitu bisa diketahui motifnya dan di mana kepala korban,” pungkasnya.

Identitas mayat tanpa kepala yang ditemukan dimutilasi di dalam koper akhirnya terungkap sebagai Budi Hartanto (27).

Budi Hartanto diketahui berprofesi sebagai seorang guru honorer yang bekerja di SDN Banjarmlati 3, Kelurahan Banjarmlati Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri.

Sumber: tribunnews.com

Loading...
loading...
loading...