Mitos Wajah Mirip Berarti Jodoh Akhirnya Terbukti Secara Ilmiah, Coba Cek Foto Pasangan Kamu!

by -1,750 views

Familier dengan mitos wajah mirip berarti jodoh? Selama ini masyarakat memang masih percaya soal mitos wajah mirip berarti jodoh.

Bukan asal ceplos, mitos wajah mirip berarti jodoh beredar di masyarakat karena memang beberapa kasus sudah membuktikannya.

Lalu, apa kata sudut pandang ilmiah soal mitos wajah mirip berarti jodoh?

Apakah memang secara tak sadar kita mencari pasangan yang wajahnya mirip dengan kita?

Baru-baru ini laman TIME mempublikasikan sebuah artikel yang membahas tentang hal ini.

Ya, tak cuma di Indonesia saja rupanya mitos tentang kemiripan wajah pertanda jodoh tersebar luas di masyarakat.

Bahkan, seperti yang disebutkan dalam artikel terbitan TIME (4/4/2019) tersebut, warga Amerika Serikat menanggapi hal ini secara serius.

Saking seriusnya, sebagai contoh, seorang wanita bernama Olivia Brunner (26) sampai melakukan tes DNA karena sering dibilang memiliki wajah yang mirip dengan suaminya, Greg.

Tetapi kekhawatiran Olivia Brunner ini beralasan lantaran dirinya adalah anak adopsi, dan takut jikalau memang ia punya hubungan keluarga dengan sang Suami.

Namun rupanya, berdasarkan tes DNA mereka sama sekali tidak memiliki hubungan darah.

Lantas, apa yang menyebabkan kemiripan di antara pasangan ini? Benarkah ini pertanda jodoh?

Pada 1987, peneliti dari University of Michigan pernah mempelajari fenomena bahwa pasangan yang sudah menikah lama justru akan semakin mirip wajahnya dari hari ke hari.

Kasus yang memang sudah jamak terjadi ini pun membuat banyak orang penasaran.

Bertahun-tahun kemudian, seorang psikolog dari Indianapolis bernama Justin Lehmiller mengungkapkan bahwa manusia memang secara naluriah akan tertarik kepada orang lain yang mirip dengannya.

Dan prosesnya, menurut Justin Lehmiller, terjadi di dalam alam bawah sadar manusia.

Kita manusia akan lebih tertarik kepada orang lain yang memiliki kesamaan : fisik, hobi, sifat, dan lain sebagainya.

Sebuah penelitian lain yang dilakukan pada 2013 silam pun turut mengamini pendapat Justin Lehmiller tersebut.

Ketika pasangan diminta untuk menunjukkan bagian wajah mana yang membuat mereka tertarik dengan pasangan, sebagian besar menunjuk pada fitur wajah yang memiliki kemiripan dengan dirinya.

Bukan hanya itu saja, penelitian yang dilakukan baru-baru ini juga menyebutkan bahwa seseorang, baik pria maupun wanita, akan cenderung memilih pasangan yang punya kemiripan dengan orangtua mereka yang berlainan jenis kelamin.

Sederhananya, para anak perempuan akan mencari pasangan yang mirip dengan ayah mereka, dan anak laki-laki mencari yang mirip dengan ibunya.

Apa alasannya?

Justin Lehmiller berpendapat bahwa manusia memang selama ini lebih tertarik kepada hal yang bersifat familier.

“Perilaku ini kemungkinan terjadi karena (dengan memilih sesuatu yang familier) seseorang akan merasa nyaman,” ungkap Justin Lehmiller.

Bukan cuma dari luar saja, kemiripan ini juga ternyata terlihat dari segi genetik.

Pasangan yang punya wajah mirip rupanya dari segi genetik memiliki kesamaan yang cukup signifikan.

Hal ini, menurut seorang guru besar di Stanford Graduate School of Education bernama Ben Domingue, bisa jadi karena mereka sebenarnya punya nenek moyang yang sama.

Sifat, tata cara berperilaku, atau pandangan hidup yang sama membuat pasangan dengan gen mirip akan lebih langgeng.

Namun, mitos wajah mirip berarti jodoh ini bisa terpatahkan jika pasangan menjalani hubungan jarak jauh alias LDR.

Ketika menjalani LDR, seseorang akan lebih lama menghabiskan waktu dengan orang lain yang berbeda sifat, ras, serta perilaku.

Hal ini pun kemudian berpengaruh terhadap fitur wajah mereka yang tak begitu mirip dengan pasangannya. Berarti pasangan yang LDR tidak berjodoh?

Siapa yang tahu, jodoh kan di tangan Tuhan dan bagaimana pasangan menjalani hubungan mereka!

Sumber: grid.id

loading...
loading...