Menjelang Tahun Baru, Penjualan Terompet Lesu, Omzet Turun 75 Persen

by -329 views

Menjelang perayaan Tahun Baru, penjualan terompet menurun drastis. Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan beberapa tahun lalu.

Sudarmo (54), pembuat terompet di Desa Ajibarang Kulon, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah mengaku, hingga saat ini sangat sedikit yang membeli terompet karyanya.

“Sampai tanggal 26 ini tidak ada pengecer yang beli ke sini. Lihat saja di jalan-jalan, di tempat-tempat keramaian, enggak ada yang jualan terompet,” kata Sudarmo saat ditemui di rumah sekaligus tempat pembuatan terompet, Kamis (26/12/2019).

Sudarmo mengatakan, tahun sebelumnya mampu memproduksi antara 4.000 hingga 5.000 buah terompet berbagai ukuran. Namun saat ini ia baru memproduksi ratusan buah terompet.

“Sekarang baru buat ratusan, itu pun enggak tahu mau laku atau enggak. Paling nanti kalau enggak ada pengecer yang beli, saya jual sendiri. Tahun lalu sudah ada penurunan, tapi belum terasa, sekarang ini turunnya sampai 75 persen,” ujar Sudarmo.

Sudarmo mengatakan, terompet karyanya biasanya dibeli para pedagang eceran dari berbagai daerah, antara lain Kabupaten Banyumas, Purbalingga dan Brebes. Harganya antara Rp 2.500 hingga Rp 6.500.

“Dulu bulan Agustus sudah mulai bikin, ini saya baru bikin awal Desember kemarin. Dulu ada beberapa orang yang membantu, sekarang boro-boro, mau dibayar pakai apa,” kata Sudarmo.

Sumber: kompas.com

loading...
loading...