Menikah Tanpa Pacaran, Kisah Nyata Wanita Ta’aruf Dengan Bertukar CV

by -755 views

Nurul Auliani atau akrab disapa Nuning kini sudah menikah 11 tahun dengan pria yang disebutnya gambarnya dia lihat saat sujud di depan Kabah.

Mereka menikah pada 2008 dan sudah dikaruniai tiga anak, setelah melalui proses taaruf.

“Saya berdoa dan memohon kepada Allah agar diberikan jodoh. Pada saat di depan Kabah dan sujud, ada tergambar sosok seseorang yang wajahnya mirip suami sekarang. Padahal saya belum pernah ketemu sama sekali,” demikian Nuning berkisah. Nuning merupakan salah satu kisah nyata wanita yang sukses menjalani taaruf.

Nurul Auliani atau akrab disapa Nuning kini sudah menikah 11 tahun dengan pria yang disebutnya gambarnya dia lihat saat sujud di depan Kabah.

Mereka menikah pada 2008 dan sudah dikaruniai tiga anak, setelah melalui proses taaruf.

Nuning sama sekali tidak menyangka sosok pria yang gambarannya dia lihat saat umrah pada Maret 2008 ditemuinya sepulangnya dia ke Tanah Air.

Dia melihat sosok pria bernama Deden Budi Awaludin itu yang tengah datang ke kantornya. Dan dia sebelumnya sama sekali tidak mengenal pria tersebut.

“Pada saat aku kembali ke Tanah Air, di kantor itu ada rekanan perusahaan dan aku tidak tahu ini siapa,” ujarnya saat berbincang dengan Wolipop, Kamis (5/12/2019).

Tanpa saling mengenal, Nuning kemudian mendapat tawaran taaruf dari pria tersebut. Proses taarufnya dengan pria yang kini jadi suaminya itu dimulai dengan bertukar CV.

Dalam CV tersebut mereka saling memberikan informasi diri, biodata, visi – misi pernikahan dan kriteria dalam mencari pasangan.

“Dalam CV itu lebih detail sifat-sifat yang baik dan buruknya yang harus dieksplore juga supaya nanti calon kita nggak kaget. Nggak bisa masak contohnya. Jadi kalaupun berjodoh, pasangan kita nggak kaget,” kata Nuning.

Nuning memulai proses taaruf dengan Deden pada April 2008. Dia kemudian dilamar pada Juli 2008 dan menikah pada Oktober 2008.

Setelah 11 tahun pernikahan dan sudah dikaruniai tiga anak, Nuning mengaku tidak pernah ada rasa penyesalan menjalankan taaruf.

Nuning pun berbagi tips bagaimana pernikahannya yang melalui proses taaruf bisa bertahan hingga kini.

“Karena sebenernya taaruf itu kan berproses dan mempunyai pilihan lanjut atau tidak. Kalau misalnya kita sudah tahu orang itu kurang baik buat kita, kalau kita teruskan kan malah salah. Justru taaruf ini kita memperbanyak informasi dan kita sandingkan juga kriteria apa yang kita harapkan. Jadi kalau sudah match dan kita barengi dengan solat istikharah, di situlah letak keberkahannya,” tuturnya.

Lebih lanjut Nuning mengatakan dia dan suaminya sejak awal sudah menentukan visi dan misi menjalani rumah tangga.

Penentuan visi dan misi serta pengenalan melalui proses taaruf yang kemudian membuat mereka menjalani rumah tangga dengan lebih terarah.

“Jadi jika ada permasalahan ya coba untuk evaluasi dan kalau ada permasalahan kita balikin lagi ke Al Qur’an dan hadits. Dan kita baca lagi tentang ilmu berumah tangga, parenting dan kesepakatan itu dibangun di awal, alhamdulillah mempermudah kita untuk menjalani kehidupan berumah tangga,” pungkas Nuning.

Sumber: detik.com

loading...
loading...