Mengerikan! Rekaman CCTV Bom Bunuh Diri di Sukoharjo

by -935 views

Rekaman CCTV bom bunuh diri di Sukoharjo Jawa Tengah beredar luas di internet.

CCTV milik Dinas Perhubungan itu merekam detik-detik bom bunuh diri di depan Pos Pengamanan (Pospam) Lebaran 2019 di Tugu Kartosuro, Sukoharjo, Senin (3/6) sekitar pukul 22.47 WIB.

Rekaman CCTV memperlihatkan pelaku bom bunuh diri bernama Rofik Asharuddin (RA) tampak berjalan santai melewati beberapa kendaraan polisi yang terparkir di samping Pospam.

Sesaat kemudian, bom yang diduga dililitkan di perut warga Dusun Kranggan RT 01/RW 02, Wirogunan, Kartasura, Sukoharjo itu meledak.

Asap tebal membumbung tinggi. Sementara Rofik tampak menggelepar-gelepar di lokasi ledakan.

Akibat ledakan itu, Rofik mengalami luka yang cukup parah pada bagian perut dan dada. Tubuhnya bersimbah darah tergeletak di depan Pospam Lebaran.

Rpfik diketahui pernah menghilang selama satu minggu pada tahun 2018 lalu.

Ketua RT 01, Dusun Kranggan Kulon, Joko Suwanto bersama warga tidak mengetahui kemana kepergian sang pelaku tetapi diduga diajak temannya pergi. Hingga akhirnya kembali ke rumah seorang diri dengan sikap yang masih sama yakni tertutup.

“Sebenarnya saat menghilang itu memang orangnya sudah tertutup. Terlebih lagi semenjak lulus dari Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Surakarta pada 2017,” jelas Joko, seperti dilasnsir Radar Solo, Selasa (4/6).

Lebih lanjut, Joko mengatakan Rofik hendak melanjutkan kuliah di IAIN Surakarta tetapi tidak jadi tanpa alasan yang jelas. Hingga akhirnya sempat menjadi pedagang berjualan gorengan molen dan kini hanya seorang pengangguran saja.

“Sebelum bergaul dengan teman-temannya dan bekerja di Solo sebenarnya anaknya baik. Apalagi sering berjamaah masjid di sini. Tetapi setelah kenal temannya di Solo dia (pelaku) jarang ke masjid. Bahkan saya tidak pernah melihat dia berjamaah di masjid setelah lulus itu,” jelas Joko.

Perilaku aneh ditunjukan Rofik usai menghilangnya selama satu minggu juga diakui Riyanto (60) yang rumahnya persis di depan gang rumah pelaku.

Dirinya menduga saat itu pelaku sudah terkena doktrin hingga akhirnya berani melakukan bom bunuh diri di Pospam Tugu Kartasura Sukoharjo.

“Sebenarnya anaknya lugu dan pendiam. Jujur saya kaget, apalagi sampai berani berbuat seperti itu. Tidak menyangka saja, padahal ayahnya merupakan seorang aktivis di masjid kampung kami,” jelasnya.

Sumber: pojoksatu.id

Loading...
loading...
loading...