Mengenal Sosok Almarhum Ustadz Insan Mokoginta, Dari Mualaf Hingga Jadi Dai

by -350 views

Ustadz Insan Mokoginta meninggal dunia pada Kamis, 20 Agustus 2020 saat melaksanakan solat ba’diyah Maghrib.

Ustadz Insan Mokoginta adalah ulama yang membimbing syahadat artis Roger Danuarta saat hijrah menjadi seorang mualaf.

Namun, ada yang menarik dengan kisah seorang Ustadz Insan Mokoginta. Sama seperti Roger Danuarta, Ustadz Insan Mokoginta dahulunya pun adalah seorang mualaf.

Kendati sejak kecil terlahir dari keluarga muslim, tak lantas membuatnya menjadi seorang muslim. Hal tersebut terjadi lantaran kedua orang tuanya yang memberikan kebebasan dalam memeluk agama kepada anak-anaknya.

Dilansir Fixindonesia dari laman gomuslim.co.id, Ustadz Insan Mokoginta bercerita bahwa ibunya adalah seorang muslim dan ayahnya non muslim. Setelah menikah, barulah kemudian ayahnya menjadi seorang mualaf.

“Aku lahir sebagai seorang Muslim. Karena pada waktu itu orangtuaku beranggapan semua agama benar, semua agama sama. Kami delapan orang bersaudara. Semuanya disekolahkan di sekolah Katolik,” ujar Ustadz Insan Mokoginta yang juga Dai Dewan Dakwah Islam Indonesia.

Ustadz Insan Mokoginta lahir 8 September 1949 di Kotamobagu, Manado. Sebelumnya masuk Islam, dia lebih memilih agama Katholik lantaran pengaruh lingkungan dan pendidikan.

Menurut orang tuanya, jika anak-anaknya telah dewasa, barulah mereka dipersilahkan memilih agama sesuai dengan yang diyakininya.

“Nah pengaruh sekolah itulah membuat kami semua beragama Katolik,” katanya.

Insan sapaan akrab Ustadz Insan Mokoginta menuturkan, karena kesulitan ekonomi yang menderanya di tahun 1967 menjadi awalan dia mengenal lebih dalam tentang Islam.

Saat dia berpindah ke Jakarta dan bertemu dengan seorang muslim yang bernama Waruba Yarub.“Aku mengenalnya dalam rangka hubungan bisnis. Aku menempati salah satu kamar rumahnya. Namun Waruba dan keluarganya berbeda dengan kebanyakan Muslim yang aku kenal,” ucapnya.

Selama tinggal di kediaman Waruba, dia banyak menemui aktivitas yang begitu kental dengan Islam. Kehidupan keluarga Waruba yang menjungjung tinggi nilai-nilai keislaman menjadikan hati Insan semakin tersentuh.

Dialog dan diskusi tentang Islam semakin meyakinkan Insan tentang apa itu Islam. Hidayah pun datang pada ditahun 1980, tepatnya saat dia berusia 31 tahun, Insan memutuskan untk mengucapkan dua kalimat syahadat di Masjid Al Muqarabin yang berlokasi di Kelapa Dua Cimanggis, Depok.

Insan akhirnya kembali memeluk Islam dan terjun di dunia dakwah dimulai dari kegiatannya menulis buku kristologi. Kemudian, dari menulis buku dia memberanikan diri untuk berdakwah hingga tutup usia.

Sumber: pikiran-rakyat.com

loading...
loading...