Mengenal Lebih Dekat Lalu Muhammad Zohri, Juara Dunia U-20 Lari 100 Meter

by

Secara mengejutkan sprinter muda asal Indonesia, Lalu Muhammad Zohri menjadi yang tercepat dalam Kejuaraan Dunia Atletik U-20 untuk kategori lari 100 meter putra di Tampere, Finlandia yang diselenggerakan sejak 10 sampai 15 Juli mendatang.

Atas keberhasilan ini, Zohri merebut emas dari nomor paling bergengsi tersebut.

Di babak final, Zohri finish di urutan pertama dengan catatan waktu 10,18 detik. Dia mengungguli  dua pelari asal Amerika Serikat, Anthony Schwartz (10,22) and Eric Harrison (10,22). Sementara urutan ketiga ditempati oleh pelari Afirka Selatan, Thembo Monareng dengan 10,23 detik.

Sejatinya Zohri bukan atlet yang diunggulkan pada nomor tersebut. Karena pada Kejuaraan Asia U-20 yang berlangsung Juni lalu, pria kelahiran 1 Juli 2000 tersebut hanya mampu mencatat waktu terbaik, 10,27 detik.

Namanya mulai diperhitungkan saat di babak semifinal berhasil menempati urutan kedua di belakang atlet AS, Anthony Schwartz dengan catatan waktu 10.24 atau 0.05 lebih lambat.

Di babak final, Lalu Muhammad Zuhri menempati lintasan nomor 8. Saat pistol startdiletuskan, Zohri segera melesat dan bersaing ketat dengan Monareng serta Schwartz. Zohri akhirnya berhasil finis pertama mengungguli kedua pelari asal Negeri Paman Sam tersebut.

Besar di NTB
Zohri lahir di Nusa Tenggara Barat (NTB). Masa kecilnya dihabiskan di Lombok Utara. Dia mengenyam pendidikan di SD Negeri 2 Pemenang Barat, lalu melanjutkan sekolah ke SMP Negeri 1 Pemenang.

Saat SMP, bakat lari Zohri sudah mulai menonjol. Zohri kemudian diajak untuk mengikuti beberapa kejuaraan dan berhasil merebut prestasi membanggakan.

Zohri merupakan sosok pria yang mandiri. Zohri sudah ditinggal keduanya saat masih kecil. Ibu Zohri meninggal saat dia masih duduk di bangku SD dan ayahnya juga meninggal satu tahun kemudian.

Sarat Prestasi
Di pentas nasional, namanya mulai dikenal saat mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) U-18 dan U-20 di Stadion Atletik Rawamangun, Jakarta, April 2017.

Dia kemudian dipilih oleh Pengurus Besar (PB) Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) memperkuat timnas di Kejuaraan Dunia Remaja di Kenya, Juli lalu.

Tampil di nomor 200 meter Johri merebut emas dengan catatan waktu 21.96 detik. Dia juga sempat ikut berlomba di Singapura. Namun dia batal turun karena mengalami cedera.

Zohri juga merupakan bagian dari timnas atletik Indonesia yang akan bertanding di Asian Games 2018 nanti.

Medali emas yang didapat dari Kejuaraan Atletik Dunia U-20 tentu saja menjadi modal penting bagi Zohri pada multievent empat tahunan se Asia tersebut.

Sumber: jarrak.id

Loading...
loading...
loading...