Memprihatinkan, Nenek Sebatang Kara Ini Berpenghasilan Rp 1.000/Hari

by -247 views

Seorang nenek berusia 82 tahun hidup sebatang kara di Sumenep. Ia menyambung hidup dengan membuat sapu lidi yang dijual Rp 1 ribu per ikat.

Meski pemerintah sudah mengucurkan banyak bantuan untuk kesejahteraan warga, namun ada warga tak mampu yang belum tersentuh.

Salah satunya Dayyarah (82), warga Kecamatan Gapura, Kabupaten Sumenep.

Dayyarah hidup sebatang kara di sebuah gubuk bambu berukuran kurang lebih 5 X 2 meter di Dusun Dikkodik, Desa Gapura Timur.

Dalam kondisi yang sudah lanjut usia, ia mengaku hanya bisa membuat sapu lidi untuk menyambung hidup.

“Setiap hari saya bikin sapu lidi sehari dapat satu. Kalau dua saya gak mampu,” kata Dayyarah (82), Senin (23/12/2019).

Sapu lidi tersebut biasanya dijual kepada pedagang langganannya. Harganya cuma Rp 1 ribu untuk sapu lini ukuran genggaman tangan orang dewasa.

Pedagang langganannya biasanya datang mengambilnya setiap seminggu atau dua minggu sekali.

Uang hasil menjual sapu lidi ia gunakan untuk membeli beras yang dicampur jagung biar dapat lebih banyak. Setiap hari Dayyarah memasak satu kali, satu cangkir beras jagung.

Nasi tersebut kadang dimakan dengan ikan atau kadang hanya dengan mangga sebagai pengganti ikan.

“Tiap hari saya makan secangkir terus dimakan sama mangga sebagai pengganti ikan,” imbuhnya dengan berbahasa Madura.

Mendengar cerita Dayyarah yang hidup sebatang kara, Wakil Bupati Sumenep Ahmad Fauzi mengaku prihatin.

Ia mengaku baru mendengar cerita hidup Dayyarah beberapa hari lalu. Yang membuat ia miris, Dayyarah tidak pernah mendapatkan bantuan apapun dari pemerintah.

“Dia tidak punya siapa-siapa jadi termasuk kategori terlantar mencari nafkah sendiri. Kalau dia sakit ini kan jadi persoalan. Mungkin ini akan menjadi PR ke depan bagaimana ada program khusus ke depan,” terang Ahmad Fauzi.

Fauzi berjanji akan terus memantau kondisi lansia yang hidup sebatang kara tersebut.

Ia juga mengajak warga yang lain ikut memperhatikan dan melaporkan kepada pemerintah apabila melihat orang-orang yang hidup sebatang kara agar mendapat perhatian dan bisa hidup lebih layak.

Sumber: detik.com

loading...
loading...