Masyarakat Keluhkan Cuaca Panas di Surabaya, Ini Penjelasan BMKG

by -1,089 views

Sejumlah masyarakat mengeluhkan panasnya cuaca di Kota Surabaya.

Hari ini, Kamis (3/10/2019), tidak sedikit pendengar Radio Suara Surabaya yang mengabarkan suhu terkini di daerahnya masing-masing.

Tentunya, kondisi suhu panas itu juga membuat mereka tidak nyaman dan gerah.

Terutama bagi masyarakat yang sedang terjebak macet di jalan dan terdampak pemadaman listrik.

Seperti yang dikabarkan Gunawan di kawasan Darmo Harapan Surabaya melalui WhatsApp Suara Surabaya. “Puanas pool.. Darmo harapan 35 derajat C,” tulisnya .

Pendengar lainnya juga mengabarkan kondisi yang sama sebagai berikut:

“Jemursari 38 derajad,” tulis Wasiran .

“Masuk get tol dupak arah satelit langsung merayap… Cuaca murup 36 derajat c,” tulis Hendra Purnama .

“Citraland 38 derajat C,” tulis Helen dan Okta Budi .

“Sudah mas saya nikmati udara panas lestrek mati seng merasakan semua orang jadi yaaa di nikmati aja mks masss,” tulis Titin .

Kondisi panas ini sebelumnya juga pernah disampaikan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Khususnya wilayah di Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat hingga Nusa Tenggara Timur diperkirakan akan mengalami hari tanpa hujan hingga November mendatang.

“Surabaya masih masuk di menuju akhir musim kemarau. Nanti di Jatim wilayah Selatan akan lebih dulu hujan. Beberapa wilayah sudah hujan, tapi memang belum merata. Tapal Kuda juga lebih dulu hujannya,” Teguh Tri Susanto Kasi Data dan Informasi BMKG Juanda kepada Radio Suara Surabaya.

Teguh mengakui, saat ini cuaca Surabaya panas. Sebab, Surabaya masih dalam musim kemarau sampai setengah bulan Oktober ini. Diprediksi, hujan baru akan turun pada akhir Oktober.

Dari data BMKG, kata dia, suhu di wilayah Jatim bisa mencapai 30 derajat Celcius. Dengan kisaran 36,7-36,8 derajat Celcius dan paling tinggi 38 derajat Celcius.

“Posisi matahari di Selatan. Nanti sekitar di tanggal 13-14 Oktober, matahari akan tepat di atas Surabaya. Musim kemarau ini memang mundur dari tahun sebelumnya. Harusnya ini masuk masa peralihan. Tapi ini masih belum ada tanda-tanda. Memasuki musim hujan sekitar 1-3 November,” kata dia.

“Imbauannya untuk aktivitas di penyebrangan dan pelayaran bahwa angin cukup kencang dan gelombang tinggi. Jadi yang akan melakukan pelayaran harus terus mengupdate informasi dari BMKG,” pungkasnya.

Sumber: suarasurabaya.net

loading...
loading...