Manfaat Tidur Siang Bagi Kesehatan Saat Jalankan Ibadah Puasa

by

Biasanya sebagian orang tidur siang di masjid saat menjalani ibadah puasa pada bulan Ramadan.

Tidur siang sebetulnya punya manfaat kesehatan, selain tentunya menghilangkan kantuk.

Penasaran? Normalnya kita tidur selama 7-8 jam per hari. Namun, saat puasa umumnya orang hanya tidur selama 5-6 jam saja.

Selain itu, pola makan selama berpuasa juga mengalami perubahan; kita hanya boleh makan dari waktu magrib sampai imsak.

Semua perubahan tersebut membuat metabolisme tubuh juga berubah.

Inilah sebabnya kita cenderung sering mengantuk saat puasa, terutama di siang hari.

Faktanya, tidur siang terlalu lama memang memberi efek buruk pada tubuh, salah satunya meningkatkan risiko penyakit diabetes.

Namun, kalau kita tidur siang tak lebih dari 30 menit, akan ada banyak manfaatnya bagi kesehatan tubuh.

Berikut manfaat tidur siang saat puasa yang sayang kalau dilewatkan.

1. Memperkuat Daya Ingat dan Menjaga Fokus
Tidur siang memengaruhi kemampuan kognitif manusia. Selama tidur, area otak yang berfungsi untuk menyimpan memori akan diaktifkan kembali.

Aktivitas saraf yang terjadi saat tidur tersebut memperkuat kemampuan daya ingat dalam jangka panjang.

Kita akan lebih mudah untuk memahami dan mempelajari suatu hal sekaligus mengingatnya.

2. Meningkatkan Kesehatan Jantung
Semua organ di dalam tubuh bekerja sesuai dengan waktunya masing-masing, salah satunya jantung.

Saat mengantuk, akan ada peningkatan tekanan darah yang bisa memperberat kerja jantung. Itulah sebabnya, tidur adalah obat yang paling ampuh untuk mengatasi kantuk, apalagi saat puasa.

Selama tidur siang, kita menyediakan waktu bagi jantung untuk beristirahat sejenak.

Penelitian menunjukkan bahwa orang yang kurang tidur berisiko terkena penyakit jantung sementara orang yang cukup tidur lebih aman dari risiko kematian akibat penyakit jantung.

3. Mengurangi Stres
Saat mengantuk, kadar hormon kortisol akan naik. Hormon ini berfungsi untuk mengatur respon tubuh terhadap hal yang menegangkan, termasuk stres.

Jadi, saat kadar kortisol meningkat, stres yang dirasakan juga semakin besar.

Banyak kerugian yang didapatkan pada tubuh saat kita stres, salah satunya menjadi lebih mudah jatuh sakit.

Tidur siang membantu tubuh untuk menurunkan kadar kortisol dan menurunkan tekanan darah sehingga mengurangi stres sekaligus menurunkan risiko penyakit jantung.

4. Bantu Lawan Rasa Lapar
Camilan mungkin menjadi teman setia saat lapar di siang atau sore hari.

Namun, selama berpuasa tentu kita harus menghindari camilan sampai waktu berbuka tiba.

Wajar sebenarnya bila rasa lapar datang di siang hari, itu terjadi karena ada pergeseran ritme sirkadian (alias jam biologis tubuh) yang membuat kita lelah dan membutuhkan makanan.

Tidur siang menjadi salah satu cara alternatif untuk menekan rasa lapar dan keinginan untuk makan.

Tidur terbukti membatasi ghrelin dan meningkatkan leptin, yaitu dua hormon metabolik yang mengatur rasa lapar dan nafsu makan.

5. Meningkatkan Mood
Kurang tidur selama puasa membuat hormon neuroendokrin di dalam tubuh menjadi tidak seimbang.

Kita menjadi lebih mudah lelah dan marah. Nah, untuk mengatasinya, tidur siang bisa jadi solusi.

Tidur siang membantu mengembalikan sistem tubuh dan hormon neuroendokrin kembali ke tingkat normal, sama seperti tingkat hormon setelah tidur malam yang nyenyak.

6. Meningkatkan kesehatan kulit

Jarang minum saat puasa membuat bibir pecah-pecah dan kulit menjadi kering.

Kulit kering bisa menyebabkan terjadinya penuaan dini.

Tidur siang membantu memperpanjang regenerasi kulit dan jaringan sehingga menbantu kulit tetap lembap dan terlihat lebih segar.

7. Mengisi Kembali Tenaga
Puasa bukan menjadi alasan untuk bermalas-malasan, kita tetap harus beraktivitas seperti biasanya. Saat tubuh merasa lelah, maka jangan ragu untuk tidur siang sejenak.

Sistem motorik yang digunakan terus selama beraktivitas akan kelelahan sehingga bekerja lebih lambat dan tidak fokus.

Tidur siang sebentar saja dapat mengurangi kelelahan motorik ini, kita pun bisa kembali bersemangat melakukan aktivitas.

Sumber: tribunnews.com

Loading...
loading...
loading...