Mahasiswa dan Polisi Tunaikan Sholat di Tengah Aksi Unjuk Rasa, Berikut Sederet Potretnya

by -1,821 views

Aksi unjuk rasa mahasiswa di depan Gedung DPRD di sejumlah daerah hingga DPR RI telah berlangsung selama dua hari ini.

Adapun aksi unjuk rasa ini untuk menyuarakan aksi menolak revisi UU KPK, menolak RKUHP, RUU Pemasyarakatan, dan RUU Pertanahan.

Dari semua aksi unjuk rasa ini, ada sebuah potret indah yang beredar di media sosial.

Potret ini dibagikan oleh media sosial Instagram, @divisihumaspolri pada Selasa (24/9/2019) siang.

Dalam potret ini terlihat beberapa mahasiswa bersama jajaran kepolisian tengah menuaikan salat Dzuhur.

Lokasi tempat untuk menunaikan salat pun tidak berada di dalam ruang, melainkan terlihat sedang berada di ruang terbuka.

Dalam tulisannya, potret ini diambil saat waktu jeda aksi unjuk rasa mahasiswa bersama personel Polresta Samarinda di depan DPRD Kalimantan Timur, Senin (23/9/2019).

“Potret kebersamaan personel Polresta Samarinda dan Mahasiswa salat Zuhur bersama di Jeda Aksi Penyampaian Pendapat di DPRD Kaltim, Senin, (23/9).

@multimedia.humaspolri
#polripromoter #polrihumanis,” tulis akun @divisihumaspolri.

Dikutip dari TribunJakarta.com, hal serupa juga terjadi di Jakarta.

Tepatnya, saat waktu jeda aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR RI, terlihat sejumlah mahasiswa melaksanakan ibadah salat.

Dijelaskan juga setidaknya ada 12 orang mahasiswa yang tengah salat tepat di depan pintu masuk DPR RI.

Setelah lima menit kemudian, para mahasiswa ini kembali bergabung bersama dengan ribuan massa lainnya.

Masih berada dalam lokasi Gedung DPR RI, terlihat juga salah seorang mahasiswa tengah menunaikan ibadah salat disamping kawat polisi yang dijaga polisi.

Diberitakan sebelumnya, seruan unjuk rasa dilakukan mahasiswa di seluruh Indonesia secara serentak mulai Senin (23/9/2019).

Bahkan pada Selasa (24/9/2019) hari ini, mahasiswa kembali memadati kantor DPR RI dan DPRD.

Sebelumnya, mahasiswa di Jakarta telah memadati gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Mereka bahkan sempat melakukan audiensi dengan pihak DPR yang diwakili oleh Ketua Badan Legislasi (Baleg), Supratman Andi Atgas serta anggota Komisi III Masinton Pasaribu.

“Ke mana anggota Komisi III yang lain, kenapa tidak ada di sini? Apakah bapak-bapak sudah mengetahui lembar kesepakatan kami dengan sekjen DPR RI?” tanya Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI), Manik Marganamahendra di ruang Baleg, gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (23/9/2019), dikutip dari Kompas.com.

Namun, Supratman justru tak tahu menahu soal kesepakatan mahasiswa dengan Sekjen DPR RI, Kamis (19/9/2019).

Mahasiswa pun kecewa dan menilai DPR tak mendengar aspirasi mereka.

Kekecewaan mahasiwa berimbas pada pernyataan mosi tidak percaya kepada DPR.

Manik, selaku perwakilan menyatakan hal tersebut diiringi seruan mahasiswa lainnya.

Setelah selesai beraudiensi dengan DPR, Manik mengungkap, mahasiswa akan kembali datang ke kompleks parlemen untuk memprotes DPR dan pemerintah.

Manik menyebut, ada puluhan universitas dari seluruh Indonesia dengan total hingga 5.000 mahasiswa dan masyarakat bersatu.

“Ada sekitar 36 sampai 40 universitas akan datang lagi. Tentu kami akan follow up tuntutan kami (UU KPK dan RKUHP), yang jelas kita akan turun lagi tanggal 24,

Total ada 4.000-5.000 mahasiswa dan masyarakat. Universitas dari Bali juga datang ke sini, besok akan lebih banyak,” ucapnya, Senin (23/9/2019) dikutip dari Kompas.com.

Pergerakan mahasiswa tersebut juga terpantau di Semarang.

Ratusan mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) Semarang bergerak ke Jakarta menggunakan bus pada Senin (23/9/2019) malam.

“Kami perwakilan dari Undip malam ini berangkat ke Jakarta. Ada sekitar 100 lebih mahasiswa dari berbagai fakultas di Undip akan turun ke jalan besok bergabung dengan mahasiswa dari seluruh Indonesia,” ujar Ketua BEM Undip, M Anies Ilahi kepada Kompas.com.

Mahasiswa di Bandung seperti Universitas Padjajaran (Unpad) dan Insitut Teknologi Bandung (ITB) juga bergerak ke gedung DPR RI, Jakarta.

“Kami dari Unpad sekitar 800 orang,” ujar Ketua Badan Ekeskutif Mahasiswa (BEM) Kema Unpad, Imam Syahid, Selasa (24/9/2019).

Sementara itu, Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Atma Jaya Jakarta Gregorius Anco, membantah adanya isu soal kepentingan politik yang menunggangi aksi mahasiswa.

Menurutnya, tuntutan mahasiswa saat ini jelas untuk membataslkan RUU KPK serta RKUHP bukan untuk menurunkan Jokowi.

“Tuntutan kami jelas, RUU KPK dan RKUHP dibatalkan, karena RUU itu bermasalah dan tidak sesuai dengan reformasi. Kan enggak ada tuntutan turunkan Jokowi,” katanya, Senin (23/9/2019) dikutip dari Kompas.com.

Sumber: tribunnews.com

loading...
loading...