Lega Tak Harus Cicil Utang 10 Miliar, Aulia Kesuma Ucap Alhamdulillah Usai Bunuh Suami dan Anak Tiri

by

Sosok Aulia Kesuma, pembunuh suami dan anak tirinya itu kini memang tengah menjadi pusat perhatian.

Karena masalah utang, Aulia Kesuma tega membunuh suaminya, Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili (54) dan anak tirinya, M Adi Pradana (23).

Tak main-main, Aulia Kesuma sampai menyewa pembunuh bayaran dan mengajak putra kandungnya, Geovanni Kelvin, guna menghabisi nyawa suami dan anak tirinya itu pada Minggu (25/8/2019) lalu.

Kini, Aulia Kesuma sudah ditahan dan sedang diperiksa secara intensif di Polda Metro Jaya.

Dari hasil pemeriksaan sementara, Aulia Kesuma tega membunuh suaminya, Pupung Sadili dan anak tirinya, M Adi Pradana karena terhimpit utang sebesar Rp 10 miliar.

Mengutip Kompas.com, ternyata Aulia Kesuma menjaminkan rumah sang suami yang berlokasi di Lebak Bulus, Jakarta Selatan untuk berutang ke bank.

“Untuk utang bank ini menjaminkan rumah di Lebak Bulus dan rumah sampingnya yang dijadikan usaha cuci mobil.

“Uangnya (hasil pinjaman bank) untuk usaha restoran,” ungkap Dirkrimun Polda Metro Jaya Kombes Suyudi Ario Seto.

Tak bisa membayar utang Rp 10 miliar karena usahanya gagal, Aulia mencoba merayu sang suami untuk menjual rumah yang ditaksir bernilai RP 14 miliar.

Namun, Pupung Sadili menolak mentah-mentah permintaan istrinya itu.

“istri inisial AK (Aulia Kesuma) ini mempunyai utang, sehingga dia ingin menjual rumah mereka.

“Tapi karena suami ini mempunyai anak, ia tidak setuju. Dia mengatakan ke istrinya, AK, kalau menjual rumah ini kamu akan saya bunuh,” terang Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono, dikutip Grid.ID dari Tribun Bogor.

Dibutakan oleh utang dan rasa sakit hati, akhirnya Aulia Kesuma memutuskan untuk membunuh Pupung Sadili beserta anak tirinya.

Setelah ditangkap kepolisian dan ditahan di Polda Metro Jaya, pernyataan mengejutkan keluar dari mulut ibu 45 tahun itu.

Di hadapan wartawan dan petugas kepolisian, Aulia mengaku lega telah membunuh Pupung Sadili dan M Adi Pradana.

Aulia lega lantaran rumahnya yang berada di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, kini disita oleh bank untuk melunasi utang Rp 10 miliar pelaku.

Tak cuma sekedar lega, Aulia juga mengaku sampai berucap alhamdulillah karena tak lagi harus menyicil Rp 200 juta setiap bulannya untuk melunasi utang.

“Maksudnya lega itu, iya saya sempat mengucapkan alhamdulillah dalam hati”.

“Akhirnya, saya lepas dari utang yang benar-benar menghimpit saya, yakni Rp 200 juta per bulan,” ucap Aulia.

Pengakuan mengejutkan AK itu, sampai membuat polisi yang berjaga menggelengkan kepalanya seakan tak percaya dengan apa yang ia dengar.

“Saya pikirannya waktu itu simpel (sederhana) saja”.

“Dengan Pak Edi enggak ada (meninggal), Dana enggak ada, rumah itu bisa disita bank dan sisanya (uang) juga enggak banyak,” tambah Aulia.

Di lain kesempatan, Kabid Humas Polda Metro Jaya Argo Yuwono mengatakan jika penyidik akan segera memeriksa kejiwaan Aulia Kesuma terkait dengan pernyataan tersebut.

“Tentunya memang dibutuhkan penyidik, akan kami lakukan segera ya, untuk pemeriksaan psikologi AK,” tandas Argo singkat.

Sumber: tribunnews.com

Loading...
loading...
loading...