Lawakan Andre Taulany Hina Nabi Muhammad, Simak Penjelasan Buya Yahya Ini

by

Pelawak Andre Taulany kembali menjadi sorotan. Lawakannya kali ini dinilai menyakiti umat Islam.

Setelah sebelumnya Andre menyinggung dua ulama masyhur, Ustaz Adi Hidayat dan Ustaz Abdul Somad, kali ini lawakannya yang viral di Youtube, kembali menuai kontroversi.

Andre dinilai menghina Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam.

Akibat lawakannya itu, mantan vokalis band Stinky itu dilaporkan ke kepolisian. Memang, di hadapan pimpinan Majelis Ulama Indonesia, Andre telah meminta maaf jika ucapannya keliru dan menyakiti umat Islam.

Tapi proses hukum Andre saat ini masih berlangsung di kepolisian.

Menanggapi peristiwa itu, ulama besar, Yahya Zainul Ma’arif atau bisa disapa Buya Yahya, menilai Islam tidak melarang orang untuk membuat guyonan.

Tapi guyonan itu ada batasannya. Seperti, tidak menghina suku, agama, ras, fisik, yang dapat menyakiti hati orang lain.

“Jadi biasa guyon. Jangan kaku-kaku. Tapi ingat, biasanya orang kalau senang membuat guyonan, di saat kehabisan bekal, syetan yang menariknya.

Sehingga naudzubillah, ada malaikat dijadikan guyonan. Belum lagi Alquran. Haram. Dan bahkan bisa dikatakan keluar dari iman kalau merendahkan malaikat, merendahkan nabi.

Kalau guyon, buatlah guyon, buat orang tertawa tapi jangan menodai sesuatu yang dimuliakan. Merendahkan al-Qur,an. Artinya, enggak boleh guyonan kebablasan.

Makanya kalau orang yang hidupnya biasa guyonan, kalau kehabisan bekal kadang-kadang ibunya sendiri dijadikan bahan guyonan. Istrinya dijadikan bahan guyonan. Innalillah.

Karena dia targetnya mau bikin orang ketawa. Sampai naudzubillah, dia enggak sadar masuk ke wilayah Baginda Nabi Muhammad, malaikat dibikin guyonan.

Guyon boleh. Kita tidak mengatakan guyon tidak boleh. Tapi jangan sampai menodai kemuliaan-kemuliaan. Ini adalah bahaya. Hati-hati yang suka bikin ketawa orang,” ujar Buya Yahya, seperti dipublikasikan Al-Bahjah TV.

“Nabi pernah menghibur kok. Nabi pernah guyonan dengan anak kecil. Nabi pernah menghibur, wajar. Tapi dengan cara yang benar. Tidak menyakiti orang. Kadang-kadang kita merendahkan suku, merendahkan nabi, merendahkan Alquran. Naudzubillah. Bahkan bisa sampai murtad kalau nabi yang direndahkan. Malaikat direndahkan, murtad. Hati-hati,” kata Buya.

Simak selengkapnya penjelasan Buya Yahya:

Sumber: viva.co.id

Loading...
loading...
loading...