Larangan Sholat Jum’at Dilanggar, Imam Ditangkap dan Jama’ah Dikejar Sampai Atap

by -9,901 views

Sholat Jum’at yang diwajibkan bagi kaum muslim kini seakan menjadi sebuah bentuk ‘kesalahan’ di tengah pandemi virus Corona.

Di sejumlah negara, larangan melaksanakan sholat Jumat berlaku sangat tegas.

Seperti yang dilakukan oleh aparat kepolisian di kota Narayanpet, Telangana, India pada Jumat (26/3/2020) lalu.

Sejumlah petugas berjaga-jaga di sejumlah masjid agar sholat Jumat tidak terlaksana. Namun, larangan ini dilanggar oleh sejumlah orang.

Dari sebuah video yang beredar viral, nampak imam sholat dan sejumlah orang dikejar petugas.

Sebagian dari mereka melompat ke atap masjid menuju atap bangunan sekitarnya.

Tidak jelas terlihat apakah petugas berhasil menangkap jamaah sholat Jumat tersebut.

Pimpinan partai Islam di Telangana, Majlis Bachao Tahreeq (MBT) Amjadullah mengomentari kegaduhan tentang larangan sholat Jumat yang diterapkan pemerintah India karena ketidaksamaan visi serta kebijakan dengan tokoh masyarakat yang diterapkan terhadap kondisi darutat virus Corona.

Kerancuan anjuran pemerintah terjadi setelah Badan Wakaf Telangana menjelaskan kepada masyarakat bahwa sholat Jumat tetap bisa dilaksanakan dengan jumlah jamaah minimal lima orang saja.

Akibatnya, masyarakat Telangana pun ada yang patuh anjuran pemerintah dan ada yang menuruti anjuran ulama.

Peristiwa hampir serupa terjadi di negara bagian Kaduna, Nigeria. Di tengah larangan resmi pemerintah untuk mengganti sholat Jumat dengan sholat Dhuhur di rumah, ternyata masih ada takmir masjid yang tidak mematuhi.

Walhasil, tiga imam masjid di Kaduna Utara digelandang petugas kepolisian.

Komisioner Urusan Keamanan Dalam Negeri Kaduna, Samuel Aruwan menerangkan bahwa pengamanan terhadap pimpinan masjid tadi berjalan secara kooperatif.

Mereka bernama Malam Aminu Umar Usman, Malam Umar Shange, dan Unguwan Kanawa.

Pemerintah kemudian memberi sosialisasi secara khusus kepada para pimpinan umat ini bahwa masyarakat sementara harus dibatasi kegiatannya untuk mencegah penyebaran virus Corona.

“Seharusnya mereka menyadari bahwa ketidaknyamanan akibat kebijakan pelarangan ini (sholat Jumat) terkait keamanan bersama supaya mereka tak menyesal jika virus Corona merenggut nyawa dan membuat penderitaan lebih besar lagi bagi masyarakat,” jelas Aruwan.

Sumber: okezone.com

loading...
loading...