Lagi Selat Sunda Diguncang Gempa, Tsunami Intai Ratusan Desa di Pantai Selatan Jawa

by

Gempa terjadi lagi di Selatan Jawa pada Sabtu (3/8/2019) dini hari. Kali ini gempa berkekuatan 4.4 magnitudo itu berpusat di Kabupaten Sukabumi Jawa Barat.

Menurut laporan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) gempa terjadi pada pukul 00:22 WIB.

Gempa berkedalaman 27 Km itu dirasakan terjadi di Pangandaran dan Pelabuhan Ratu II MMI atau Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

“Info Gempa dini hari tadi Mag:4.4, 03-Aug-19 00:22:02 WIB, Lok:7.43 LS – 106.48 BT (49 km BaratDaya KAB-SUKABUMI-JABAR),” tulis @Infobmkg pada Sabtu (3/8/2019).

Sebelumnya juga BMKG melaporkan soal gempa 5,6 magnitudo yang terjadi pada Jumat (2/8/2019) pukul 23.10 WIB di Melonguane, Sulawesi Utara.

Gempa berkedalaman 113 Km itu bertitik pusat di Lok:5.88 LU, 126.06 BT (219 km BaratLaut MELONGUANE-SULUT).

Pada Jumat malam masyarakat Jawa memang sempat dihebohkan dengan gempa berkekuatan 6,9 magnitudo.

Gempa yang berpusat di Sumur, Pandeglang, Banten itu terjadi pukul 19.03 WIB.

Bahkan BMKG sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami usai gempa berlangsung.

Peringatan dini dicabut dua jam kemudian setelah tidak ditemukannya perubahan permukaan air laut.

Adapun gempa dirasakan mulai dari Bengkulu, Lampung, Banten, Jakarta, Jawa Barat hingga Jawa Tengah.

Desa Tangguh Bencana
Seperti diberitakan sebelumnya, ancaman gempa di Selatan Jawa memang bukan isapan jempol semata.

Diberitakan Kompas.com sebelumnya wilayah ini memang rawan diguncang gempa.

Pemerintah lewat Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB) sudah melaksanakan kegiatan Desa Tangguh Bencana (Ekspedisi Destana) di tengah ancaman tsunami yang mengintai ratusan desa sepanjang Pantai Selatan Jawa, yang didiami lebih dari 600.000 jiwa.

Ekspedisi Destana akan diadakan mulai tanggal 11 Juli hingga 16 Agustus 2019 di desa rawan tsunami sepanjang Banyuwangi, Jawa Timur, hingga Banten.

Direktur Pemberdayaan Masyarakat BNPB, Lilik Kurniawan, mengatakan program ini adalah respons cepat BNPB terhadap hasil kajian risiko bencana yang menunjukkan ada 5.744 desa di Indonesia berada di daerah rawan tsunami.

Sebanyak 584 desa itu berada di Selatan Jawa.

Lilik mengatakan program penangguhan masyarakat perlu dilakukan agar masyarakat tahu cara menyelamatkan diri saat terjadi tsunami.

“Kalau misalnya hari ini ada tsunami terjadi di Selatan Jawa, kami khawatir korban akan sangat banyak,” ujar Lilik.

Dalam program itu, kata Lilik, BNPB yang bekerja sama dengan pemerintah daerah dan sejumlah lembaga terkait, akan memastikan desa-desa itu memiliki sirine peringatan bencana, jalur dan tempat evakuasi, juga rambu-rambu evakuasi.

Ia menyebut keberadaan rambu-rambu itu sangat penting mengingat daerah di Pantai Selatan Jawa adalah daerah pariwisata.

Menurut data BNPB, lebih dari 90 persen korban jiwa tsunami Pandeglang, Banten, tahun lalu, adalah wisatawan.

Lebih dari 400 jiwa meninggal dan hampir 1.500 orang luka-luka dalam bencana itu. Kegiatan Ekspedisi Destana rencananya akan dilakukan di sejumlah sekolah, pasar, dan puskesmas di desa-desa.

Sumber: tribunnews.com

Loading...
loading...
loading...