Lagi, Ramalan Suku Maya: Kiamat Diprediksi Terjadi Sebelum Natal

by -2,781 views

Lagi-lagi suku Maya merilis ramalan terjadinya kiamat.

Kali ini diungkap oleh salah seorang pemuka agama yang meramalkan dunia akan berakhir sebelum Natal tahun ini.

Pastor Paul Begley percaya kiamat terjadi pada 21 Desember 2020, yang juga merupakan hari ulang tahunnya.

Prediksi jatuhnya kiamat sering dilakukan, tetepi belum ada yg terbukti.

Sempat disampaikan Nostradamus yang telah meramalkan dunia akan berakhir dengan merujuk pada “Raja Teror” akan tiba di “1999 dan tujuh bulan”.

Prediksi terbaru oleh ahli teori konspirasi mengira dunia akan berakhir pada 21 Juni tahun ini, dengan mengacu pada kalender Maya.

Begley, dari Indiana, sekarang percaya dunia akan berakhir mendekati akhir tahun ini.

“Tentu saja, para penatua Maya mengatakan ini bisa menjadi akhir dunia hari ini. Mereka mungkin telah membuat kesalahan. Yah, mereka jelas membuat kesalahan pada 21 Desember 2012, jadi mereka bilang mungkin hari ini akan menjadi akhir dunia. Dan mereka membuat prediksi jika ini bukan akhir dunia hari ini, pasti ulang tahunku akan datang lagi,” kata Pastor Begley dilansir dariĀ The Sun, Jumat (7/3/2020).

21 Desember 2020, dia menambahkan, selama pertemuan besar ketika Jupiter dan Saturnus berada dalam jarak 0,1 derajat satu sama lain dan menciptakan bintang paling terang di langit sejak bintang Betlehem.

“Itu akan menjadi Jupiter dan Saturnus terdekat sejak 1623 dan bahkan tidak akan ditutup lagi selama 500 tahun lagi. Jadi ini sangat langka dan akan berada di titik balik matahari musim dingin. Itu akan terjadi pada 21 Desember 2020. Bangsa Maya sekarang menata ulang dan mengatakan ini bisa jadi akhir dari dunia seperti yang kita tahu,” bebernya.

Keraguan telah dilemparkan meskipun pada nubuat Begley sebelumnya telah diumumkan.

Ketika Gerhana annular Matahari terjadi pada 21 Juni, Begley mengatakan, itu adalah tanda akhir zaman.

Dia sebelumnya juga menyebut Gerhana Bulan Darah sebagai tanda lain dari kiamat yang akan datang.

The Geographical Society berpendapat bahwa Bumi dapat dihancurkan oleh letusan “supervolcanic” meskipun ini dapat terjadi dalam sekitar satu juta tahun, yang tertulis pada 2017.

Sumber: suara.com

loading...
loading...