Lafadz dan Niat Puasa Muharram, Dilengkapi Bahasa Arab, Latin dan Artinya

by

Salah satu hadits puasa Tasu’a yang diriwayatkan dari Abdullah bin Abbas radhiallahu an beliau berkata:

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا، قَالَ: حِينَ صَامَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ قَالُوا: يَا رَسُولَ اللهِ إِنَّهُ يَوْمٌ تُعَظِّمُهُ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «فَإِذَا كَانَ الْعَامُ الْمُقْبِلُ إِنْ شَاءَ اللهُ صُمْنَا الْيَوْمَ التَّاسِعَ» قَالَ: فَلَمْ يَأْتِ الْعَامُ الْمُقْبِلُ، حَتَّى تُوُفِّيَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

“Ketika Rasulullah SAW melakukan puasa Asyura dan memerintahkan setiap sahabatnya supaya melakukan Puasa, para sahabat pun berkata, ” wahai Rasulullah hari tersebut merupakan hari yang sangat diagungkan untuk kaum Nasrani dan Yahudi,”

Lafal Niat Puasa Muharram Atau Asyura

نويت الصوم في يوم عاشوراء سنة لله تعالي

Latin: “Nawaitu As-Shauma fi Yaumi Asyura Sunnatan Lillahi Ta’ala”

Arti: “Saya berniat untuk puasa Asyura, sunnah karena Allah ta’ala,”

Lafal Niat Puasa Tasu’a

نويت الصوم في يوم تاسوعاء سنة لله تعالي

Latin: “Nawaitu As Shauma fi Yaumi Taasu’a Sunnatan Lillahi Ta’ala”

Arti: “Saya berniat puasa Tasu’a, sunnah karena Allah ta’ala,”

Keutamaan Puasa Muharram
1. Tanda bersyukurnya kita kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala karena sudah menyelamatkan semua hamba-nya iman dari perbuatan jahat, seperti yang dilakukan kepada Nabi Harun dan Musa AS dari kejaran Raja Firaun dan tentaranya.

  1. Sikap meneladani Nabi Harun dan Nabi Musa Alaihissalam juga Nabi Muhammad SAW yang sudah melakukan puasa di hari Asyura
  2. Menjadi latihan untuk kita semua menjadi sosok yang lebih baik salah satunya menahan godaan dan menahan hawa nafsu
  3.  Bisa menghapus semua dosa kecil 1 Tahun Lamanya, selain dosa besar dan Syirik kepada Allah

Sesuai dengan salah satu keterangan yang diriwayatkan Abu qotadah Al Anshori RA:

وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَاشُورَاءَ؟ فَقَالَ: «يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ–

“Puasa Muharam dapat menghapuskan semua dosa kecil selama setahun yang telah lalu.” (HR. Muslim, NO 1162)

Tingkatan Dalam Puasa Muharram

  1. Dianjurkan berpuasa di hari Asyura walaupun satu hari
  2. Dianjurkan puasa 2 hari tepatnya pada hari asyuro dan hari tasu’a
  3. Dianjurkan puasa selama tiga hari sebelum puasa Asyura dan tak suka atau setelahnya yaitu 11 Muharam.

Dari keterangan di atas maka sudah sangat jelas apabila puasa muharram hukumnya adalah sunnah akan tetapi sangat dianjurkan untuk kita melakukannya hal ini sebagai rasa cinta kita kepada Rasulullah dan pengabdian kita sebagai hambanya Allah SWT.

Semoga kita terus bisa meneladani dan terus mengikuti sunnah Nabi kita Muhammad SAW

Sumber: lingkupberita.com

Loading...
loading...
loading...