Kultum Malam ke-3 Bulan Ramadhan (Dilarang dan Jangan Menyia-nyiakan Kesempatan)

by

Pada kesempatan ini kita telah berada di malam ketiga di bulan suci Ramadhan. Tentunya kita harus bersyukur karena Allah SWT masih memberi kesempatan kepada kita untuk melaksanakan kewajiban yang ditetapkan keapda kita, baik itu berupa puasa Ramadhan maupun shalat isya’ yang telah kita laksanakan tadi secara berjema’ah atau kewajiban lainnya.

Mumpung kita masih berada di malam ketiga dari bulan yang penuh berkah ini, maka janganlah kita menunda-nunda untuk melaksanakan kebaikan, karena jika tidak kita akan menyesal ketika sudah berada di ujung bulan Ramdhan. Sebab belum tentu kita di tahun depan masih diberikan kesempatan lagi oleh Allah SWT.

Dari itu, pada mala mini  saya ingin sedikit bercerita. Dikisahkan:

Ada seorang nelayan yang sangat giat bekerja,  setiap hari kerja nya menangkap ikan,  Hingga bila sisa ikan  di rumahnya sudah habis ia pergi ke pantai untuk nenangkap ikan lagi.

Suatu hari saat sang isteri memotong ikan hasil tangkapan suami nya ia jumpai sesuatu yang sangat ajaib.  Ia jumpai sebuah mutiara yang sangat menakjubkan di dalam perut ikan. Subhanallah…  Mutiara di dalam perut ikan. ..???

“Suamiku… Suamiku… Lihat apa yang aku jumpai”
“Apa?”
“Mutiara !!”
“Mutiara???”
“Mutiara di dalam perut ikan?”

“Sungguh kamu memang isteri yang hebat!”  “Bawalah kemari. Barangkali ini hari keberuntungan kita, hingga boleh kita makan dengan makanan menu yang lain selain ikan.”

Si nelayan mengambil mutiara itu lalu bergegas pergi ke tempat penjual mutiara yang tinggal di rumah sebelah.   Pedagang tetangga nya itu melihat dengan seksama.

“Aku tak mampu membeli nya karena mutiara ini terlampau berharga!” ujarnya.

“Seandainya aku jual kedai dan rumahku masih tidak cukup untuk memenuhi harga mutiara ini, tapi aku ada saran, pergilah kamu ke salah seorang saudagar kaya pedagang di kota tetangga barang kali dia mampu untuk membeli mutiara ini darimu.”

Sahabat nelayan kita ini mengambil kembali mutiaranya lalu pergi ke tempat saudagar kaya, pedagang yang lebih besar lagi di kota tetangga,  dia perlihatkan dan menawarkan mutiaranya.

“Demi Allah wahai saudaraku apa yang engkau miliki tidak ada tandingan harganya.  Tapi aku ada solusi, pergilah ke wali kota,  dia mampu untuk membeli mutiara jenis ini.” ujar saudagar kaya itu.

Di depan pintu istana wali kota,   sahabat nelayan kita ini berdiri membawa hartanya yang teramat bernilai itu,  menunggu izin untuk di perkenankan masuk. Ketika berjumpa wali kota berkata,

“Sesungguhnya mutiara-mutiara jenis seperti ini yang aku cari, tapi aku tak tahu bagaimana menawarkan harganya,  sebab mutiara ini terlampau berharga. Namun aku perkenankan engkau masuk ke penyimpanan harta milik pribadiku,  Diamlah selama 6 jam di ruang penyimpanan Hartaku,  ambillah apa saja sepuas hatimu dan itulah nilai harga dari mutiaramu ini.”

“Tuanku barangkali 2 jam saja itu sudah cukup bagi seorang nelayan seperti ku ini wahai tuan?”  ucap si nelayan.

“Oh tidak…!  6 jam penuh untuk kamu ambil semua harta yang ada di dalam ruang penyimpanan harta milikku,  ambil apa saja sepuas mu.”

Sahabat nelayan kita ini masuk ke ruang tempat penyimpanan harta wali kota. Di dalam nya dia nampak bilik yang sangat mewah bukan main besar nya. Bilik itu terbagi tiga bagian.

  1. Bilik pertama di penuhi oleh perhiasan permata, emas dan intan.
  2. Bilik kedua di penuhi oleh kasur yang empuk,  sekali pandang bisa membuat nyenyak dan pulas tidur.
  3. Bilik ketiga di penuhi oleh makan-makanan yang lezat.

Si nelayan mulai bergumam dalam hati.

“Enam jam ?”

“Sungguh masa yang sangat banyak bagi seorang nelayan seperti ku.  Apa yang harus aku lakukan dalam masa enam jam ini? “Baiklah aku mulai dari makanan dulu yang ada di bilik nomer tiga. Aku akan makan sepuasnya sampai perutku kenyang.  Dengan demikian aku menjadi kuat untuk mengumpulkan emas sebanyak-banyaknya.”

Pergilah si nelayan ini masuk ke bilik nomer tiga.  Dia habiskan masa dua jam untuk makan,  makan dan makan sampai puas.  Setelah selesai dia mulai bergerak pergi menuju bilik nomer satu. Di tengah langkah nya ia nampak kasur yang sangat empuk di bilik nomer dua.

Dia berpikir dan berguman dalam hati. “Sekarang aku sudah makan dan kenyang tak apalah jika aku tidur sejenak hingga boleh memberikan kekuatan bertambah padaku supaya aku nanti lebih kuat dan mampu mengumpulkan harta emas dan permata yang lebih besar lagi sebanyak-banyak. Ini adalah kesempatan yang tak boleh di tunda-tunda sungguh bodoh jika aku mensia-siakan kesempatan ini.”

Dia melangkah menuju ke Kasur yang sangat empuk,  dia terlentang dan tertidur dengan nyenyak dan sangat pulas.

Setelah masa berlalu
“Bangun…!”  bangun wahai nelayan bodoh.  Masa waktu yang telah di tentukan telah berakhir”.

“Hah?”  “Apa ?”

“Iya ayo keluarlah..!!  Waktunya telah habis!”

“Ku mohon tunggu dulu aku masih belum mengambil kesempatan yang cukup untuk mengambil harta ini.”

“Ha ha ha,  6 jam kamu berada dalam ruangan penyimpanan harta ini. Sekarang baru kamu sadar atas kelalaian mu? Kamu ingin mendapat lebih dari emas, intan pernata.?”

“Seandainya kau pergunakan untuk sibukkan mengumpulkan semua harta mutiara-mutiara permata ini dan kamu keluar dengan membawa harta sebanyak-banyaknya,  kemudian dengan harta yang banyak itu engkau boleh beli makanan yang paling enak dan paling lezat,  lalu dengan harta itu engkau boleh membuat kasur yang paling empuk dan paling bagus. Tapi dasar kamu bodoh dan Dungu!. Jangan berfikir engkau memperoleh apa yang kamu inginkan itu.  Sekarang pergi keluar!”

“Duh…. Jangan… jangan… tolonglah ku mohon kepada mu berilah aku kesempatan lagi.”

Jangan……………!!! (Selesai kisah nya)

Tapi Ibroh Belum Selesai
Tahukah para jama’ah sekalian atas mutiara yang sangat bernilai itu?  Itu adalah Ruh kita.  Ruh itu mutiara yang tak ada tanding nilainya. Namun engkau tak menyadari betapa berharganya nilai mutiara itu.

Tahukah kalian terhadap bilik penyimpanan harta benda itu? Ruang Bilik penyimpanan emas dan harta itu adalah Dunia.  Perhatikan kebanggaan, tamak dan haus nya kita terhadap dunia?

Tahukah engkau atas permata, emas dan mutiara yang ada di bilik pertama itu?   Itu adalah amal-amal shalih. Adapun tempat tidur dengan Kasur yang nyaman dan empuk itu adalah kelalaian. Sedangkan makanan dan minuman yang lezat lagi nikmat itu adalah syahwat.

Dan sekarang wahai saudaraku nelayan penangkap ikan. Sungguh beruntung Seandainya engkau bangun dari lelap tidurmu, tinggalkan tempat tidur kasur yang empuk, kumpulkan perhiasan-perhiasan yang ada di depan mu sebelum waktu yang di berikan kepadamu habis. Dan itu adalah Umur usiamu. Jika tidak maka engkau merugi keluar dari dunia tanpa memperoleh apapun.

Hal itulah yang disinggung Allah dalam firman-Nya:

حَتَّى إِذَا جَاء أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ارْجِعُونِ () لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحًا فِيمَا تَرَكْتُ كَلاَّ إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَائِلُهَا وَمِن وَرَائِهِم بَرْزَخٌ إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ(

“Hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: “Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan. (QS. Al-Mu’minun. 99-100)

Sebuah kisah Menarik layak untuk di baca. Saya harap kita semua berada dalam kebaikan dan kebahagiaan.Sebab kita ini berada di sebuah zaman di mana kita tidak tahu kapan datangnya kematian dan kembali menjumpai Allah SWT.

Oleh itu marilah kita lipat gandakan Amal-amal shalih kita mulai dari sekarang, lebih-lebih bulan ini merupakan bulan yang pas untuk melipat gandakan amal baik kita.

Sumber: ngajionline.net

Loading...
loading...
loading...