Kuburan Akan Bertanya 6 Hal Ini Kepada Orang yang Baru Meninggal

by

Dalam hadis yang ketiga belas, Imam Muhammad Bin Abu Bakar membahas seputar keadaan manusia di alam kubur.

Kuburan merupakan terminal menuju akhirat. Bisa saja terminal tersebut memberikan rasa aman dan nyaman, bisa juga menjadi rumah angker yang penuh siksa dan ancaman.

Rasulullah Saw. menganjurkan kita untuk memperbanyak ingat mati daripada hanya ngobrol dengan sesuatu yang kurang berfaidah.

Salah satu cara untuk mentafakkuri kehidupan setelah mati adalah ziarah kubur. Baik makam orang tua, guru, ataupun makam para ulama.

Di samping mencari barokah, ziarah kubur mengingatkan kita akan pemutus kenikmatan dunia.

Abu Sa’ied Al-Khudriy meriwayatkan sebuah hadits yang berkaitan dengan mengingat kematian. Beliau berkata bahwa suatu ketika Rasulullah Saw. masuk ke musholla.

Beliau melihat beberapa sahabat yang sedang berbincang-bincang masalah dunia. Lalu beliau Saw. bersabda,

اما انكم لو اكثرتم ذكر هاذم اللذات لشغلكم عما ارى فأكثر واذكر هاذم اللذات يعني الموت

“Adapun kalian, andai memperbanyak menyebut hal yang dapat memutus kenikmatan, niscaya kalian akan disibukkan dari sesuatu yang aku lihat sekarang. Perbanyaklah untuk mengingat hal yang dapat memutus kenikmatan dunia. Yakni mati.”

Beliau tidak senang Jika musholla, apalagi masjid, hanya digunakan untuk bercanda atau bersenda gurau. Hidup yang singkat ini jangan ditambah dengan pekerjaan yang kurang bermakna.

Daripada banyak bicara dengan sesuatu yang tidak penting, maka perbanyak mengingat kematian adalah alternatifnya. Karena dengan kematian, kenikmatan dunia yang fana akan terputus dari manusia.

Saat kita sudah tidak bernafas lagi, saat kita sudah dimasukkan ke liang lahat, saat itulah hidup yang sebenarnya dimulai.

Di dalam kubur kita disambut oleh tanah kuburan. Tanah kuburan yang kita tempati akan menyapa kita dengan 6 kalimat, yaitu:

فتقول انا بيت الغربة وانا بيت الوحدة وانا بيت الوحشة وانا بيت الظلمة وانا بيت التراب وان بيت الدود

“Kuburan berkata pada penghuninya yang baru : Aku rumah asing, aku rumah sendirian, aku rumah ketakutan, aku rumah kegelapan, aku rumah tanah, dan aku rumah cacing-caicing.”

Dalam artian, kita di kuburan seperti orang merantau. Hidup sendirian tanpa ada kawan dan keluarga yang menemani.

Di dalamnya penuh kegelapan, tak ada cahaya sama sekali. Tentunya kita akan merasa sangat ketakuatan hidup di dalam perut bumi.

Selain itu, cacing-cacing tanah sudah bersiap-siap untuk masuk ke dalam tubuh kita untuk mengkoyaknya. Hanya orang yang benar-benar dekat pada Allah Swt. yang selamat dari fitnah kubur.

Perlakuan kuburan memang tidak sama pada setiap manusia. Ada yang diluaskan kuburannya dan ada pula yang semakin terhimpit. Semua tergantung pada amal waktu hidup.

Imam Muhammad Bin Abu Bakar menjelaskan bahwa kuburan memiliki perlakuan berbeda pada jenazah orang mukmin dan orang kafir.

Ketika yang dikuburkan adalah orang islam, maka ia akan berkata sebagai berikut,

مرحبا اهلا وسهلا اما انك كنت لاحب من يمشي على ظهري الي فاذا اوليتك اليوم وصرت الى فسترى صنعي بك

“Selamat datang di termina akhirat, adapun engkau adalah orang yang amat aku cintai, yang berjalan di atas punggungku. Sekarang aku yang akan melindungimu. Aku yang bertanggung jawab atasmu. Lihat saja apa yang akan aku perbuat untukmu.”

Langsung kuburan orang tersebut menjadi luas seluas mata memandang. Pintu kebun surga dibukakan untuknya. Betapa beruntungnya kita bila termasuk golongan ini.

Yaitu orang-orang yang diluaskan kuburannya dan merasakan kenikmatan kebun surga. Semoga saja. Amin.

Lain lagi bila yang dikebumikan adalah orang kafir, tidak ada kata sambutan dari tanah kuburan. Malah ia langsung menakut-nakutinya. Kuburan berkata pada orang-orang kafir,

لا مرحبا ولا اهلا ولا سهلا اما انك كنت لابغض من يمشي على ظهري الي فاذا اوليتك اليوم وصرت الى فستري صنعي بك

“Tidak ada ucapan selamat untukmu. Engkaulah orang yang paling kubenci saat berjalan di atas punggungku. Sekarang kau dalam penguasaanku. Aku yang bertanggung jawab atasmu. Rasakan saja apa yang akan aku perbuat padamu.”

Kuburan itu langsung menghimpitnya sehingga remuk semua tulang belulang mayit. Dalam isyaratnya, Rasulullah Saw. memasukkan jari tangannya pada genggaman jari-jari lainnya untuk mencontohkan tentang siksa kubur.

Lalu beliau bersabda,

فيقيض الله سبعين تنينا لو ان واحدا منها نفخ في الارض ما انبتت شيئا ما بقيت الدنيا فينهشه ويخدشه حتى يفضي به الى الحساب

“Allah Swt. menyediakan 70 ular yang apabila salah satu ular tersebut menyemburkan bisanya ke bumi, niscaya tidak akan tumbuh tanaman selama-lamanya.  Ular-ular itu terus menggigitnya hingga terkoyak-koyak sampai hari kiamat.”

Betapa ruginya orang yang masuk pada golongan ini. Siang-malam ia tersiksa dengan gigitan ular. Belum lagi siksa yang lainnya. Semoga kita dan keluarga diselamatkan dari siksa kubur. Amin.

Intinya, alam kubur itu adalah gerbang dari kehidupan akhirat. Bisa saja kita hidup bak di surga, alhamdulillah. Bisa juga hidup di kubur seperti jurang neraka, naudzubillah. Rasulullah Saw. bersabda,

انما القبر روضة من رياض الجنة او حفرة من حفر النيران

“Sesungguhnya kuburan adalah taman dari sebagian taman surga atau jurang sebagian dari jurang neraka.”

Oleh karena itu, marilah kita berusaha sekuat mungkin untuk menjadi hamba yang istiqomah dalam beristighfar, sholawat, sedekah, dan amal baik lainnya.

Dengan harapan semua itu dapat menolong kita di alam barzakh. Amin. Wallahua’lam.

Sumber: bincangsyariah.com

Loading...
loading...
loading...