Kronologi Pasien Suspek COVID-19 di Medan Dikubur Berdaster Versi Lurah

by -4,540 views

Foto pasien suspek COVID-19 dikubur masih memakai daster viral di media sosial.

Bagaimana cerita jenazah ini bisa dikubur tetap menggunakan daster?

Berikut ini kronologinya:

– Kamis 23 Juni 2020
Menurut keterangan lurah setempat, pasien suspek COVID ini mulai masuk ke rumah sakit pada Kamis, (23/7/2020).

Dia datang karena memiliki penyakit jantung. Sampai di rumah sakit dilakukan rapid test dan hasilnya reaktif.

“Pagi itu kita dapat informasi dari rumah sakit Sembiring, diinformasikan ke kita ada pasien. Memang di rapid test reaktif, tapi swab-nya belum keluar. Malam Jumat beliau masuk, beberapa jam kemudian meninggal. Hanya saja rumah sakit Sembiring menetapkan supaya tetap dikebumikan dengan protokol COVID,” kata Lurah Suka Maju, Harry Agus Perdana, saat dimintai konfirmasi, Minggu (26/7).

“Ada kronologis (penyakit) jantungnya, kata rumah sakit Sembiring,” imbuhnya.

Harry mengatakan setelah pasien meninggal dunia terjadi keributan antara pihak rumah sakit dan keluarga untuk menentukan lokasi tempat pasien yang meninggal ini dikuburkan.

Lalu diambil keputusan akan dikubur di pemakaman dekat rumah jenazah dengan tetap mematuhi protokol COVID-19.

“Rencana dikebumikan tetap di Tuntungan (lokasi pemakaman khusus COVID-19 Simalingkar) itu. Hanya saja, pihak keluarga menolak, karena pihak keluarga mengatakan ini bukan COVID. Terakhir kesepakatan pihak keluarga dengan rumah sakit menetapkan dikebumikan di pemakaman keluarga tapi harus standar COVID,” ucapnya.

– 24 Juli 2020
Pada hari Jumat, Jenazah kemudian dibawa ke lokasi pemakaman. Saat akan dikuburkan, keluarga membuka peti dan terlihat jenazah masih menggunakan daster.

“Kalau COVID ini kan tetap ada petinya, nah sama pihak keluarga mereka bongkar. Ada informasi katanya petinya kurang pas, setelah itu mereka bongkar, mereka buka itu keluarga sehingga nampaklah itu almarhumah dalam kondisi daster,” tuturnya.

Karena terlihat masih menggunakan daster, Harry mengatakan keluarga jenazah marah karena menduga pasien dikubur belum dimandikan.

Namun, kata Harry, pihak rumah sakit menjelaskan pasien sudah dimandikan sebelum dibawa ke pemakaman.

“Saya tanya petugas itu, ini bagaimana jenazah? Apakah sudah dimandikan atau gimana?. Jawaban dari petugas rumah sakit Sembiring ‘Pak, sudah kita mandikan. Saya langsung yang mandikan, demi Allah’ katanya (petugas dari rumah sakit kepada Harry),” jelas Harry.

Harry kemudian menjelaskan bahwa keributan yang sempat terjadi antara keluarga dengan pihak dari rumah sakit akhirnya bisa dimediasi. Jenazah pun kemudian tetap dikubur menggunakan protokol COVID.

“Protokolnya kan ada rumah sakit Sembiring, kami kan hanya menyiapkan di lapangan. Makanya saya arahkan terakhir, mohon izin sama pihak keluarga. Apa pun ceritanya pihak keluarga sudah sepakat akan dikuburkan dengan protokol COVID sehingga pemakaman dilakukan tetap menggunakan protokol. Peti ditutup kembali, dilanjutkan lah pemakamannya dengan protokol COVID,” paparnya.

Sumber: detik.com

loading...
loading...