Kronologi Depan Rumah Wisnu Ditutup Pagar Tembok Oleh Tetangga, Berawal Dari Injak Kotoran Ayam

by -12,513 views

Nasib memperihatinkan dialami Wisnu Widodo, warga Desa Gandukepuh, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.

Pasalnya, hanya karena kotoran ayam, depan rumahnya kini ditutup dengan pagar tembok setinggi satu meter oleh tetangganya berinisial M.

Kepala Desa Gandukepuh Suroso mengatakan, masalah yang dialami Wisnu dengan tetangganya itu sebenarnya dipicu persoalan sepele.

Waktu itu tetangganya berinisial M menginjak kotoran ayam yang dipelihara Wisnu.

Karena emosi akhirnya akses depan rumahnya ditutup dengan pagar tembok.

“M sama suaminya lewat kadang kadang mlecoki telek (menginjak tahi ayam) yang memicu masalah. Akhirnya ya dipagar itu,” kata Suroso.

Lahan Milik Desa
Aksi arogan tetangga Wisnu berinisial M tersebut sebenarnya juga disesalkan warga sekitar.

Terlebih lagi pagar tembok yang dibangun itu berada di lahan milik desa. Namun hal itu justru diklaim secara sepihak oleh M.

Terkait masalah itu, Suroso mengatakan, sudah berulang kali dilakukan mediasi, tapi selalu gagal.

Bahkan, kasus tersebut sudah dibawa ke meja hijau dan pengadilan memenangkan Wisnu. Tapi tetangganya tersebut tetap tidak mengindahkan putusan pengadilan dan masih berusaha melakukan banding.

“Bersikukuh si M, merasa kalau itu haknya,” kata Suroso, Jumat (24/7/2020).

“Ketika itu surat pengadilan saya kasih, dengar-dengar mau banding si M,” kata dia.

Setiap Hari Melompati Pagar
Akibat ulah tetangganya itu, Wisnu mengaku setiap hari terpaksa harus memanjat pagar tembok setinggi satu meter tersebut saat masuk dan keluar rumah.

Kondisi yang dialaminya itu sudah terjadi sejak empat tahun terakhir.

Meski sudah beberapa kali dilakukan mediasi dan ada putusan pengadilan, tapi tetangganya tersebut bersikukuh tidak mau merobohkan pagar temboknya.

Padahal, pagar yang dibangun itu menutup akses jalan ke rumahnya dan berada di lahan milik desa.

“Pagar tembok itu dibangun sejak tahun 2017 lalu,” kata Wisnu saat dihubungi, Jumat (24/7/2020).

Meski ada jalan alternatif di samping rumahnya, namun diketahui hanya selebar badan orang dewasa. Sehingga membuatnya sulit untuk melintas.

“Ya sulit kalau begitu mau masuk rumah,” imbuhnya.

Sumber: kompas.com

No More Posts Available.

No more pages to load.