Kronologi Begal di Lumajang Hingga Membuat 1 Orang Meninggal, Kapolres: Saya Halalkan Darah Pelaku

by -6,149 views

Kapolres Lumajang AKBP M Arsal Sahban meminta anak buahnya menembak pelaku begal. Pernyataan tegas Arsal dituliskan oleh Arsal melalui akun media sosial facebook ‘Arsal Sahban’.

Berikut pernyataan tertulis Arsal melalui akun media sosial FB;

“Kepada masyarakat Lumajang dan sekitarnya.

Saya Kapolres Lumajang mohon maaf yang sangat mendalam atas kejadian begal yang menyebabkan meninggalnya salah satu warga Jember semalam.

Ini tentu merupakan tanggung jawab saya. saya sangat merasa Bersalah atas kejadian ini.

Pelaku harus bisa kita tangkap. Katim Cobra sudah saya perintahkan agar dengan segala cara bisa menangkap pelakunya. KATIM COBRA HARUS TEMBAK DITEMPAT PELAKU BEGAL.

PELAKU BEGAL SAYA HALALKAN DARAHNYA. SILAHKAN BAGI MASYARAKAT UNTUK MENUMPAS, JANGAN TAKUT DAN RAGU.

saya juga berharap kepada masyarakat yang mengetahui pelakunya agar menginfonrmasikan kepada kami. saksi akan kami lindungi dan kami rahasiakan.

saya himbau juga kepada masyarakat Lumajang dan sekitarnya untuk tidak membeli kendaraan bodong, karena akan menyuburkan aksi-aksi begal. bila peminat motor bodong tinggi, maka suplainya pasti meningkat. Dan suplai motor bodong pasti dari tindak kejahatan seperti Begal.

Kedepan, saya akan mencari segala cara untuk membuat Lumajang aman dan terbebas dari masalah BEGAL. Mohon dukungannya dari semua lapisan masyarakat Lumajang.

MARI KITA LAWAN BALIK KEJAHATAN

Hormat saya,
AKBP DR M. Arsal Sahban, SH, SIK, MM, MH – Kapolres Lumajang

minggu, 22 September 2019″

Surya mengambil dan memasang tulisan secara utuh.

Surya juga mengonfirmasi pernyataan itu kepada Arsal melalui aplikasi percakapan whatsApp.

Arsal mengakui pernyataan bernada tegas itu.

“Kasihan korban begalnya. Saya tidak ingin lagi ada kejadian begal di Lumajang, apalagi sampai meninggal.

Kami harus lakukan segala cara untuk menghentikan kejadian begal di Lumajang,” tegas Arsal kepada Surya, Minggu (22/9/2019).

Ketika ditanya perihal ‘pelaku begal, saya halalkan darahnya’, Arsal mengakui juga pernyataan itu. “Iya,” katanya.

Sekadar diketahui, kasus begal di Lumajang terjadi lagi.

Peristiwa itu terjadi di Desa Wonorejo Kecamatan Kedungjajang, Lumajang, pada Sabtu (21/9/2019) malam.

Korban pembegalan adalah pasangan suami istri dari Dusun Ampeldento Desa Bagorejo Kecamatan Gumukmas, Jember, Rismiyanto (37), dan Liyatus Solikah (30).

Akibat peristiwa itu, Rismiyanto meninggal dunia dalam perawatan di RSUD dr Haryoto, Lumajang.

Dari informasi yang dihimpun Surya, Rismiyanto dan istrinya berkendara memakai sepeda motor dari Surabaya menuju Jember.

Mereka melintasi Kecamatan Kedungjajang sekitar pukul 18.30 Wib.

Pasutri itu memilih melewati jalan desa itu karena jalan itu merupakan jalur alternatif dari Surabaya ke Lumajang melewati Lumajang. Tetapi jalur alternatif itu terbilang sepi.

Setibanya di jalan desa tersebut, Pasutri itu dihentikan oleh dua orang tidak dikenal. Kedua orang tidak dikenal itu mengacungkan celurit.

Keduanya kemudian merampas sepeda motor Honda Vario Nopol P-6148-KE yang dikendarai Pasutri tersebut.

“Selain merampas sepeda motor, kemungkinan korban melawan dan pelaku membacoknya,” ujar Kapolsek Kedungkajajang AKP Sugianto.

Akibat pembacokan itu, Rismi ambruk hingga terjatuh ke selokan.

Sang istri berteriak meminta tolong. Warga sekitar menolong pasutri tersebut.

Rismi terluka parah di bagian depan tubuhnya. Akibat pembacokan itu, organ tubuhnya keluar.

Rismi dilarikan ke RSUD dr Haryoto Lumajang.

“Korban meninggal dalam perawatan di rumah sakit,” ujar Kapolres Lumajang AKBP M Arsal Sahban kepada Surya, Minggu (22/9/2019).

Lebih lanjut Arsal menuturkan, pihaknya masih menyelidiki kasus tersebut. Pihaknya melacak orang yang dicurigai sebagai pelaku.

“Ada yang kami curigai, tapi harus didalami dan dipastikan lagi. Kami mohon doanya, semoga pelaku bisa segera diungkap,” tegas Arsal.

Sumber: tribunnews.com

loading...
loading...