Kronologi 2 PNS Rekam Video Mesum Padahal Sudah Punya Suami dan Istri, Polisi Gelar 13 Adegan

by

Kepolisian berhasil mengamankan dua Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Simalungun, Sumatera Utara karena membuat konten video mesum (pornografi).

Dikutip TribunWow.com dari TribuMedan.com, dua PNS yang membuat video mesum yakni pria berinisial BH (43) bekerja dan perempuan berinisial LS (41) ternyata tidak berstatus suami istri.

Dijelaskan oleh Kapolres Simalungun, AKBP Marudut Liberty Panjaitan, BH dan LS sebagai PNS, padahal sama-sama memiliki pasangan sah masing-masing namun tetap membuat video mesum.

Liberty mengatakan, kedua PNS yang bekerja sebagai pegawai di Kecamatan Gunung Maligas dan sekretaris Desa Pematang Ganjing itu ditangkap lantaran diduga mengekspose video berisi pornografi hingga beredar di media sosial.

Berdasarkan penuturan kedua pelaku saat penyidikan, LS sengaja merekam adegan tak senonoh itu.

Dijelaskannya, LS diminta BH untuk merekam adegan mesumnya dalam bentuk video.

Dikatakan, alat untuk merekam adegan mesum menggunakan ponsel milik LS. Setelah merekam, LS lantas mengirim video mesum kepada BH.

Liberty mengatakan, dalam video keduanya beradegan layaknya pasangan suami istri.

Selain penyidikan, pihaknya juga menggelar rekonstruksi di lokasi kejadian sebanyak 13 adegan.

Namun demikian, Liberty tak menyebut di mana keduanya merekam aksi tak senonoh itu.

Dari video yang dibuat pada 13 Juni 2019 itu, kepolisian menggelar 13 adegan sesuai dengan pakaian yang digunakan dua pelaku.

Sementara dikutip dari Kompas.com, Kasat Reskrim Polres Simalungun, AKP Ruzi Guzman, menjelaskan BH dan LS berhasil ditangkap saat berada di tempat kerja masing-masing.

Ruzi memaparkan, selain mengamankan pelaku, pihaknya juga berhasil menyita sejumlah barang bukti, yakni 3 unit ponsel milik BH dan LS, flashdisk, baju, kasur, spreai, dan bantal.

Atas perbuatannya itu, BH dan LS ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat Pasal 34 dan Pasal 35 UU RI No 44 Tahun 2008 tentang Pornografi.

Tersangka BH diancam 12 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 6 miliar.

Sementara LS diancam 10 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 5 miliar.

Di sisi lain, petugas kepolisian juga tengah mengejar siapa pelaku penyebar video mesum BH dan LS.

“Sementara saat ini petugas masih mencari pelaku penyebar video tersebut, masih kita lakukan pendalaman dulu,”ujar Ruzi.

Sumber: tribunnews.com

Loading...
loading...
loading...