Kisah Yanti Sopir Wanita yang Selalu Bawa Bayinya Saat Narik Angkot di Bandung

by

Bukan tanpa alasan Nuryanti HR alias Yanti (40) bekerja menjadi wanita sopir angkot di Bandung.

Yanti viral di media sosial dan jadi perhatian lantaran membawa bayinya Adryan yang masih berusia tiga bulan, saat bekerja jadi sopir angkot di Bandung.

Rupanya, Yanti sudah menjadi sopir angkot di Bandung sejak tahun 2006. Awalnya, ibu tiga anak ini bekerja di pabrik.

Namun, berkat temannya ia kemudian memutuskan untuk menjadi sopir angkot.

Yanti sempat ikut berkeliling naik angkot yang disopiri oleh temannya itu.

Ia lalu memperhatikan bagaimana cara mengemudikan mobil dari temannya itu.

Hingga akhirnya, timbul keinginan dalam diri Yanti untuk menjadi sopir angkot juga.

Hanya dalam waktu satu pekan, ia akhirnya bisa mengemudikan mobil.

Hanya saja, saat awal-awal menjadi sopir angkot di Bandung, Yanti mengaku tak memiliki SIM alias surat izin mengemudi.

Namun Yanti tetap terus mencari nafkah menjadi sopir angkot. Bahkan, saat mengandung, ia tetap bekerja.

Yanti pernah mengemudikan angkot dalam kondisi mengandung hingga mencapai usia kehamilan sembilan bulan.

“Akhirnya berhenti sementara karena sudah menunjukkan tanda-tanda akan melahirkan. Alhamdulillah proses persalinan berjalan normal,” katanya kepada TribunJabar.id, Kamis (5/9/2019).

Tak Mau Bahas Soal Suaminya
Saat ditanya mengenai keberadaan suaminya atau bapak dari bayi Adryan, Yanti enggan membasahnya lebih lanjut.

Saat ini, ia mengatakan, hanya fokus berjuang untuk membesarkan bayi Adryan.

Sehari-hari, Yanti harus pintar-pintar dalam mengatur keuangannya. Ia harus menyisihkan uang untuk beberapa keperluan.

Untuk setoran kepada pemilik angkot, Yanti harus menyisihkan Rp 100 ribu per hari.

Ia kemudian juga harus menyisihkan pengeluaran untuk susu, Rp 14 ribu per dus.

Setiap bulannya, Yanti juga membayar sewa rumah kontrakan, sebesar Rp 300 ribu.

Belum lagi untuk sewa lahan di mana angkotnya diparkirkan di sebuah halaman dekat rumah kontrakannya.

Yanti harus menyisihkan Rp 5.000 per hari untuk sewa lahan parkir.

Tak ketinggalan, ia juga harus menyisihkan uang untuk bensin angkotnya Rp 100 ribu per hari.

Perjuangan Yanti sebagai ibu tak berhenti sampai di situ. Setiap hari, ia harus bangun dini hari, sekitar pukul 03.00 WIB.

Kemudian, ia juga harus mencuci pakaian, masak, dan memandikan Adryan.

Barulah pada pukul 06.00 WIB, Yanti bersama bayinya pergi menggunakan angkot di parkiran.

Ia mencari nafkah sampai pukul 16.00 WIB. Karena itu, pukul 17.00 WIB, Yanti sudah kembali ke rumah.

Cara Mengemudi
Yanti ternyata mengemudikan angkot trayek 09 Cicaheum-Ciwastra.

Bayi Adryan tampak diletakkan di atas kereta bayi berwarna hitam di atas jok mobil sebelah kiri.

Bayi itu terlihat menggemaskan. Ia masih terlelap tidur. Kereta bayi itu adalah pemberian keluarga Polri.

Sebelumnya, bayi Adryan hanya diletakkan di atas jok mobil.

Seandainya Yanti terpaksa mengerem mendadak, otomatis ia akan menahan bayi Adryan menggunakan tangan kirinya.

Tak ketinggalan, beberapa botol air mineral, bubuk susu, dan botol susu bayi juga diletakkan tepat di atas dashboard mobil.

TribunJabar.id pun berkesempatan mengikuti Yanti mengemudikan angkotnya.

Saat di perjalanan, bayi Adryan sempat menangis. Sebagai seorang ibu, Yanti langsung sigap.

Ia kemudian mengelus kening bayinya itu dan tetap fokus mengemudi.

Saat bayinya masih menangis, Yanti kemudian memberikan susu ke Adryan.

Susu tersebut sebelumnya sudah disiapkan di dalam botol.

Jadi, tangan kanan Yanti memegang kemudi, sementara tangan kirinya memberikan susu.

Sesekali, tangan kirinya harus mengganti perseneling atau tuas mengganti gigi mobil.

Sekilas apa yang dilakukan Yanti memang terlihat repot.

Namun, ia mengaku menikmati hal tersebut, bekerja sebagai sopir angkot sekaligus mengurus bayinya.

Sumber: tribunnews.com

Loading...
loading...
loading...