Kisah Pilu Nenek yang Ditendang karena Dituduh Mencuri, Ternyata Hidup Sebatang Kara

by -1,566 views

Sempat Viral Nenek Rubingah, yang dituduh mengutil mangga di pasar, lantas kemudian ditendang seorang pria, rupanya memiliki kisahnya tersendiri.

Dilansir dari Kompas.com, rupanya Nenek Rubiah hidup sendirian tanpa sanak keluarga, dan tergolong sebagai warga miskin.

Rumahnya di Dusun Kranggan II Jatitirto, Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman juga tidak terpasang listrik.

“Ibu Rubingah itu warga saya, warga Kranggan I tetapi bertempat di Kranggan II,” ujar Kepala Dusun Kranggan I Jatitirto, Kecamatan Berbah, Suharmadi saat ditemui di rumahnya, Rabu (22/1/2020).

Suharmadi menyampaikan, Rubingah selama ini menjalani hidup di Dusun Kranggan II Jatitirto, Kecamatan Berbah seorang diri.

Rubingah hidup sendiri setelah cukup lama berpisah dengan suaminya. Saat ini, suaminya tinggal di Lampung bersama anaknya.

“Tadi pagi anaknya saya telepon, dan sudah lihat videonya, cerita sama saya sambil menangis. Minta tolong sama saya, bagimana baiknya,” ungkapnya.

Semenjak berpisah dengan suami dan anaknya, Rubingah terlihat pendiam. Rubingah juga jarang berada di rumahnya.

“Jarang pulang ke rumah, sering jalan kaki keliling. Ya bisa dikatakan begitu (depresi) karena sudah lama pisah sama anak dan suaminya, mungkin sekitar 15 tahun,” urainya.

Di Dusun Kranggan I, Rubingah termasuk warga dalam kategori tidak mampu. Bahkan untuk rumah yang ditinggali Rubingah juga tidak ada listrik.

“Sudah lama tidak ada listrik (di rumah Rubingah), rumahnya kan seperti itu,” bebernya.

Selama ini, Rubingah mendapat penghasilan jika ada orang yang memintanya memijat. Namun itupun tidak setiap hari.

“Ya kadang ada yang memberi, kadang cari sendiri biasanya memijat, tapi kan tidak pasti. Raskin dulu dapat, sekarang dapatnya (bantuan) kalau pas ada zakat atau kegiatan sosial organiasi, ini tadi ada dari anggota DPRD datang kesini memberikan bantuan,” ungkapnya.

Tetangga Rubingah, Duel Umara (65) mengatakan, nenek berusia 60 tahun ini sering keluar rumah dengan berjalan kaki.

Pulang ke rumah juga tidak tentu.

“Komunikasi (dengan warga) jarang, ya hanya mondar-mandir jalan kaki,” ujarnya.

Selama ini, sepengetahuannya, Rubingah tidak pernah diam-diam mengambil saat menginginkan sesuatu dari warga.

Rubingah selalu meminta secara baik-baik.

“Kalau ada keperluan mau minta apa selalu ngomong. Kemarin Saya baru rapat RT, bilang minta makanan, ya selalu bilang, nembung,” jelasnya.

Usai video viral, beberapa warga datang ke rumah Rubingah.

Mereka ingin bertemu untuk mengetahui kondisi Rubingah sekaligus memberikan bantuan.

Salah satu warga yang datang untuk memberikan bantuan, Eri (29) mengaku awalnya melihat video yang viral di media sosial.

Setelah melihat video tersebut, hatinya terketuk untuk datang membantu.

“Lihat di video kan kasihan diperlakukan tidak baik. Ya terus rencana pada mau kesini,” ungkapnya.

Warga Desa Trirenggo, Kabupaten Bantul ini datang ke Dusun Kranggan II Jatitirto, Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman untuk melihat kondisi Rubingah setelah kejadian tersebut.

“Kita nengok seperti apa, ya sekaligus memberikan tali kasih lah. Ya prihatin (melihat kondisi rumah Rubingah), hidup sendiri juga,” ujarnya.

Sumber: tribunnews.com

loading...
loading...