Kisah Penggembala Menampar Ulama Besar

by

Suatu hari, Imam Sufyan Ats Tsauri -rahimahullah- ingin pergi ke Makkah untuk mengerjakan haji. Namun beliau tak memiliki biaya sama sekali.

Lalu beliau pergi ke penggembala unta untuk mengajaknya, sehingga dia memiliki makanan selama diperjalanan.

Karena bukan termasuk penuntut ilmu agama, penggembala unta ini tidak mengenali orang yang sedang dihadapinya.

Akhirnya Imam Sufyan Ats Tsauri menghadap sang penggembala unta dan berkata: “Wahai penggembala unta, bolehkah aku bekerja kepadamu menggembala unta? Yang penting aku bisa ikut kafilahmu untuk pergi ke kota Makkah”.

Penggembala unta menjawab: ” Sesungguhnya pekerjaan menggembala sudah ada yang mengerjakannya (lowongan sudah penuh), tapi jika kau bisa membuat roti, boleh saja”.

Sebenarnya Imam Sufyan Ats Tsauri tidak punya kemampuan, untuk membuat roti, tetapi karena keinginan keras beliau untuk berangkat haji, mulailah beliau berlatih membuat roti.

Suatu ketika, roti yang dibuat beliau gosong dan tak bisa dimakan, penggembala unta pun marah-marah hingga menempeleng Imam Sufyan ats-Tsauri.

Lihatlah, seorang Imam dan Ulama besar di zamannya, ditempeleng oleh penggembala unta. Imam Sufyan Ats Tsauri tidak lantas membuka identitasnya atau berkata: “Kau tidak tahu siapa saya, wahai penggembala unta?”. Sama sekali tidak.

Sesampainya di Makkah, orang-orang yang melihat kedatangan Imam Sufyan Ats Tsauri, berduyun-duyun datang dan mengerumuni beliau.

Mereka mengelilingi Imam Sufyan Ats Tsauri untuk bertanya permasalahan agama. Penggembala unta pun keheranan tak karuan.

Dia pun bertanya kepada orang-orang, tentang siapakah gerangan orang yang ia tempeleng, karena gosong membuat roti.

Orang-orang menjawab: “Dia adalah Imam Sufyan Ats Tsauri. Seluruh dunia tahu, beliau adalah ulama besar zaman ini”.

Karena zaman itu belum ada siaran televisi atau photography, apalagi Facebook dan semacamnya. Hanya orang-orang yang menuntut ilmu agama saja yang mengenali wajah Imam Sufyan ats-Tsauri.

Akhirnya penggembala ini menerobos barisan orang-orang yang mengerumuni Imam Sufyan ats-Tsauri dan berkata kepada Imam Sufyan ats-Tsauri:

“Wahai Imam, mengapa engkau tidak mengatakan, bahwasanya engkau adalah Imam Sufyan Ats Tsauri? Sungguh aku meminta maaf, karena telah menempelengmu”.

Alih-alih membalas dan mempermalukan penggembala unta, Imam Sufyan ats-Tsauri menjawab: “Tidak, engkau benar. Orang yang telah menghanguskan roti, pantas untuk ditempeleng”

مـا شــــــآ ألـلّٰـــه

Sumber: Kisah Teladan & Sejarah Islam

Loading...
loading...
loading...