Kisah Pemilu: Caleg Gagal Alami Stres, Bahkan Ada yang Bunuh Diri

by

Kisah para calon anggota legislatif alias caleg yang gagal sering kali muncul dengan berbagai macam cerita.

Ada yang menerimanya dengan lapang dada, ada pula yang tidak terima dengan perolehan suara yang jauh dari harapan.

Jika sebelumnya diceritakan ada caleg gagal yang ingin menjual ginjal demi membayar utang atau caleg yang menarik kembali bantuannya, kali ini kita akan melihat kisah para caleg gagal yang stres, hingga bunuh diri.

Kisah-kisah caleg gagal berikut ini merupakan kisah pada Pemilu 2014.

Politik uang, meski dilarang, kerap dipraktikan oleh para caleg karena diyakini ampuh mengeruk suara.

Itulah yang dilakukan oleh salah satu caleg parpol berinisial Y di kota Bogor.

Melalui SB yang merupakan tim suksesnya, Y membagikan ratusan buku tabungan di Kampung Muara, Kelurahan Pasirjaya, Kecamatan Bogor Barat senilai Rp50 ribu setiap buku.

Namun, hasil perhitungan suara ternyata berkata lain bagi Y. Dari total DPT yang mencapai 900 suara, Y hanya mampu meraih 10 suara.

Tanpa merasa malu, Y memutuskan untuk menarik kembali setiap buku tabungan yang sudah dibagikannya sebelum Pemilu.

Sementara itu di Banda Aceh, para caleg gagal memilih untuk bersembunyi di rumah ketua partai.

Alasannya, keenam caleg tersebut belum bisa membayar uang saksi yang diminta oleh mereka untuk menjaga TPS.

Salah satu dari caleg gagal tersebut mengaku dirinya merasa diteror oleh para saksi yang meminta honor saksi, yang dia akui tak bisa dibayarnya karena dirinya sudah kehabisan uang.

“Sekarang kami terpaksa harus menginap di rumah ketua partai,” ujarnya seperti dilansir INTISARI dari Antara.

Kekalahan dalam Pemilu juga bisa mengakibatkan pada tekanan jiwa pada para caleg gagal.

Salah satu kisahnya adalah caleg gagal asal Dapil Tangerang.

Caleg pria yang diketahui berusia 40 tahun tersebut langsung marah-marah saat mengetahui dirinya gagal melaju ke Senayan.

Sejumlah poster caleg tampak memenuhi pohon pinang di Jalan Lengkong, Serpong, Kota Tangerang Selatan, Senin (7/4/2014)

Sore harinya usai pencolblosan, dia langsung stress dan merangkak di pinggir jalan sambil membawa cangkir meminta uang kepada setiap orang yang lewat.

Kalimat yang diucapkannya: “Kembalikan uang saya.”

Kisah lebih tragis dialami seorang ibu muda yang merupakan caleg dari Dapil I kota Banjar.

Caleg dengan nomor urut 8 tersebut memilih untuk mengakhiri hidupnya setelah gagal menjadi anggota dewan.

Wanita berinisial S tersebut depresi setelah dirinya dinyatakan gagal memperoleh suara yang sudah ditentukan.

Tak lama berselang setelah hasil perhitungan suara usai, wanita tersebut bunuh diri dan mayatnya ditemukan di sebuah saung bambu di Dusun Limusnunggal, Desa Bangunjaya, Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Ciamis.

Sumber: intisari.grid.id

Loading...
loading...
loading...