Kisah Nunki, Di Rumah Saja Diduga Tertular Corona dari Penjual Sayur Keliling

by -6,130 views

Nunki Herwanti, warga Sekaran, Gunungpati, Kota Semarang, Jawa Tengah, masih mengisolasi diri setelah dinyatakan positif COVID-19.

Wanita yang tengah hamil 20 minggu ini tak tahu pasti darimana dirinya tertular virus Corona.

Kegiatan Nunki sehari-hari hanyalah mengantar jemput anak sekolah, Bunda. Ia bahkan tak pernah melakukan perjalanan ke luar kota ataupun luar negeri.

“Lah itu, enggak ada riwayat perjalanan ke luar kota, saya juga enggak ada riwayat perjalanan ke luar negeri, bahkan berkerumun yang skala besar juga enggak,” kata Nunki, saat diwawancarai Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melalui video call yang diunggah di YouTube milik Ganjar, dikutip Senin (13/4/2020).

Nunki mencoba menebak dari mana dia tertular virus Corona. Satu kemungkinan yang besar adalah dari tukang sayur keliling yang setiap hari ditemuinya.

“Kalo nebak-nebak, karena saya setiap harinya ketemu sama tukang sayur untuk belanja, ada kemungkinan dari beliau-beliau, karena enggak hanya satu tulang sayur (bertemu),” ujar Nunki.

“Ada kemungkinan dari mereka, karena mereka pun dari pasar bertemu banyak orang kan? Terus mereka menjajakan setiap hari ketemu banyak orang yang kita enggak tahu,” sambungnya.

Ibu dua anak ini berpikir bahwa penularan mungkin terjadi karena interaksi dengan penjual sayur. Kemungkinan virus dibawa dari barang belanjaan atau uang transaksi jual beli.

Gejala Corona Muncul
Ia mengaku sebelum gejala COVID-19 muncul dan dinyatakan positif, banyak warga memang belum begitu peduli dengan penyebaran kasus ini. Tercatat kasus positif saat itu masih sedikit, Bunda.

Nunki pertama kali merasakan gejala batuk dan pilek pada 16 Maret 2020, saat kehamilannya masuk 17 minggu. Di hari keempat, napasnya mulai sesak, meski tidak selalu muncul. Di hari kelima, dia mulai demam.

“Awalnya itu cuma batuk pilek tanggal 16 Maret. Sampai hari keempat baru ada sesak napas, tapi sesak juga tidak sepanjang hari. Setelah diminumkan air hangat, hilang, nanti muncul lagi. Napasnya berat karena berdahak, jadi kayak numpuk dahaknya,” ujar Nunki.

Sejak merasa kondisi kesehatan menurun, Nunki langsung memikirkan kemungkinan tertular virus Corona.

Ia lalu menjalani tes swab di rumah sakit bersama suaminya, yang berprofesi sebagai dokter, 22 Maret 2020. Suaminya dinyatakan negatif, sedangkan dirinya positif COVID-19.

Sebelum dinyatakan positif, Nunki sempat mengira tertular dari suaminya. Sebab, perawat yang bekerja dengan suaminya dinyatakan positif COVID-19.

Pada akhirnya, dugaan ini tak terbukti karena sang suami dinyatakan negatif.

“Beberapa hari sebelumnya, suami pernah shift dengan perawat laki-laki. Ketika saya demam, suami dapat kabar kalau perawat itu positif, saya sudah pikir kena (tertular) dari suami, suami dari beliau (perawat),” ungkap Nunki.

Setelah dinyatakan positif COVID-19, dia langsung mengisolasi diri di rumahnya hingga saat ini. Nunki juga tengah menunggu hasil tes swab berikutnya, Bunda.

Penularan virus Corona memang bisa terjadi di mana saja. Hingga kini, pemerintah tak henti mengingatkan untuk tetap berada di rumah, menjaga kebersihan, dan jaga jarak.

Juru Bicara Pemerintah terkait Penanganan Wabah Corona, Achmad Yurianto, mengimbau masyarakat untuk tetap di rumah.

Hal ini menjadi bentuk kedisiplinan untuk melindungi sekitar, termasuk orang yang kita sayangi.

“Penularan di luar masih terjadi, kasus positif masih bertambah. Oleh karena itu, saya mengingatkan sekali lagi jaga jarak, jangan berdekatan, hindari tempat berkumpul yang padat, cuci tangan pakai sabun, hindari menyentuh wajah, dan kalau ada yang sakit, patuhi betul etika batuk dan bersin,” kata Achmad Yurianto, dalam konferensi pers yang ditayangkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di YouTube, pada 30 Maret lalu.

Ia menegaskan, “Mari bersama-sama dengan kesungguhan hati kita disiplin, jadilah pahlawan untuk melindungi diri, orang lain, dan bangsa kita.”

Sumber: haibunda.com

loading...
loading...