Kisah Hilangnya Janin Berusia 4 Bulan Secara Misterius, Justru Hal Mengerikan Ini Terjadi Pada Ibu

by -1,044 views

Memiliki anak memang salah satu yang ditunggu-tunggu para orang tua yang berencana memiliki keturunan.

Saat hamil pun hal ini merupakan kabar gembira yang siap menerima kedatangan buah hati di dunia.

Namun, bagaimana jika kemudian kabar kehamilan itu justru menjadi awal sebuah hal yang mengerikan bahkan bisa meregang nyawa seorang ibu?

Hal ini seperti yang dialami oleh perempuan dari Tiongkok ini.

Dilansir dari Bastille Post pada Jumat (27/12/2019), kisah tersebut dialami oleh wanita dari Guangxi, Tiongkok bernama Huang.

Suatu hari dia dinyatakan hamil oleh dokter dan akhirnya bisa berbahagia mendengar bahwa keluarga mereka bakal mendapat keturunan.

Setelah 4 bulan berjalan dengan kehamilannya, ia pun memutuskan untuk mengecek kandungannya.

Ia pun akhirnya pergi ke rumah sakit untuk pemeriksaan rutin ibu hamil.

Nahas, nasib malang menunggu sang calon ibu tersebtu. Ia tak menyadari bahwa ada sesuatu yang terjadi di dalam rahimnya.

Saat tiba di rumah sakit dan melakukan pemeriksaan, dokter terkejut ketika melakukan tes USG.

Usia kehamilan yang seharusnya berusia sekitar 15 minggu tersebut mengalami hal ganjil.

Dokter tidak bisa menemukan letak janin yang seharusnya sudah berusia 4 bulan itu, dengan kata lain janinnya dinyatakan hilang.

Embrionya tidaki ditemukan dalam rahimnya selama pemeriksaan ultrasonografi, jadi dilakukanlah pemeriksaan lanjutan.

Pada awalnya dokter curiga wanita ini mengalami kehamilan ektopik.

Kehamilan ektopik adalah kehamilan yang berkembang di luar rahim, biasanya di dalam tuba falopi.

Situasi ini membahayakan nyawa karena dapat menyebabkan pecahnya tuba falopi jika kehamilannya berkembang.

Secara umum, kehamilan ektopik memberikan 95% peluang akan ditemukan di saluran tuba.

Kemudian, atas saran dokter Huang dilarikan ke rumah sakit dan dipindahkan ke rumah sakit besar.

Setelah pemeriksaan dan perawatan dokter menyatakan memang wanita ini mengalami kehamilan ektopik.

Tetapi embrionya sangat jarang berada di rongga perut, ketika berusia 4 bulan.

Dokter menyatakan, sekitar 1 dalam 15.000 tingkat kematian ibu adalah 5% dan tingkat kelangsungan hidup janin hanya 0,1%.

Setelah kondisi ini ditemukan akhirnya dilakukan pembedahan biasa untuk mengeluarkan janin.

Jika tidak, kantung ketuban akan pecah dan bisa mengancam nyawa sang ibu.

Rumah sakit mengatur operasi untuk wanita hamil itu atas nama keluarga Huang.

Tapi karena Huang memiliki berat badan hanya 33 kilogram dan menderita kekurangan gizi, operasinya akan berjalan lebih sulit.

Untungnya, operasi berhasil diselesaikan beberapa hari observasi di departemen perawatan intensif dan bisa dirawat di bangsal umum.

Sumber: tribunnews.com

loading...
loading...