Kisah Eka Tjipta, Lulusan SD yang Bisa Hasilkan Harta Rp 120 Triliun

by -1,297 views

Siapa tak kenal Sinar Mas? Berbagai produk, jasa, jenis bisnis, yang biasa kita pakai hari ini hampir selalu hasil dari buatan Sinar Mas.

Adalah mendiang Eka Tjipta Widjaja sosok di balik mengguritanya bisnis Sinar Mas.

Eka menjadi kunci keberhasilan Sinar Mas, atau yang dulu disebut Sinar Mas Group.

Berbagai bidang bisnis menjadi berada di bawah naungan Sinar Mas. Ada percetakan kertas, asuransi jiwa, makanan dan minuman, properti, hingga telekomunikasi.

Ia lahir di Quangzhou, Tiongkok, pada 27 Februari 1921. Ia dibawa ke Makassar untuk berdagang ke Tanah Air yang saat itu belum merdeka. Pada 26 Januari 2019, ia meninggal dunia dalam usia 98 tahun.

Siapa sangka, jauh sebelum Eka menjadikan Sinar Mas sebagai raksasa bisnis Tanah Air, ia adalah seorang pedagang asongan.

Lahir dari latar belakang keluarga miskin membuat Eka terpaksa harus sekolah hingga tinggal sekolah dasar.

Bagi seorang lulusan SD, jelas pekerjaan yang punya gaji layak merupakan barang langka. Namun, kemampuan dan kemauan bisnisnya membuat ia berani menghadapi dunia.

Semua diawali dari keberaniannya mencoba berjualan permen dan biskuit. Dengan modal sepeda, ia berkeliling Makassar buat menjajakan barang dagangannya.

Semua ia lakukan ketika usianya masih sangat kecil, yakni sekitar usia 15 tahun.

Tingginya harga modal membuat Eka ingin menjadi pemasok awal dari produk-produk yang dijualnya.

Alih-alih membeli barang dagangan dari warung dan menjualnya kembali, Eka ingin menjadi pemasoknya langsung, agar mendapatkan untung lebih dari dagangannya.

Karena usianya yang baru 15 tahun, dengan latar belakang pendidikan lulusan SD, tak ada produsen yang mempercayai Eka.

Bukannya menyerah, Eka justru semakin semangat untuk mencari produsen.

Usahanya membuahkan hasil. Akhirnya, Eka mendapatkan satu produsen yang mempercayainya.

Seakan membayar kepercayaan tersebut, Eka membuat dagangannya laris di pasaran.

Perjuangan seorang Eka Tjipta Widjaja memang luar biasa. Semua dimulai ketika ia berusia 15 tahun dan menjadi pemasok sukses.

Saat memasuki usia 90an tahun, menurut data Forbes per tahun 2018, Eka punya harta mencapai Rp 120,4 triliun.

Sumber: kumparan.com

loading...
loading...