Kisah Daiyah, Calon Haji Tertua Dari Kota Malang

by

Daiyah, 88, adalah calon jamaah haji (CJH) tertua di Kota Malang. Perempuan yang telah memiliki 15 cucu dan 5 cicit ini mengaku berangkat menunaikan ibadah haji tahun ini bersama anak keempatnya, Artimuji.

“Alhamdulillah, saya berangkat haji tahun ini bersama satu anak perempuan saya,” katanya saat ditemui Medcom.id di kediamannya, Jalan Vinolia Gang I Nomor 16, Kecamatan Kota Malang, Jawa Timur, Kamis 19 Juli 2018.

Ibu dari tujuh anak ini menceritakan kisahnya hingga bisa berangkat haji. Sebenarnya dia telah dijadwalkan berangkat pada 2016.

“Saya dibiayain anak saya. Saya awalnya enggak tahu apa-apa. Tahu-tahu saya dikabari kalau mau berangkat haji,” urainya.

Namun, saat itu terdapat kesalahan pelaporan namanya di Kementerian Agama, sehingga keberangkatannya pun harus tertunda.

“Saya sudah manasik empat kali tapi tidak berangkat-berangkat. Anak saya sampai bolak-balik mengurus keberangkatan saya hingga ke Jakarta,” ungkapnya.

Perempuan yang memiliki sedikit gangguan pendengaran ini mengaku selama ini tinggal di rumah sendiri. Suaminya, Sarpani, telah meninggal beberapa tahun silam. Hingga tiada, suaminya belum sempat menunaikan ibadah haji.

“Nanti saat di Mekkah saya mau menghajikan suami saya. Karena suami saya belum pernah haji,” bebernya.

Daiyah sehari-harinya bekerja sebagai petani. Dia mengaku memiliki dua petak sawah yang ditanami padi. Sawah tersebut merupakan warisan dari orang tuanya dulu.

“Sejak kecil saya bertani membantu orang tua saya. Sampai saat ini saya juga masih bertani untuk mencari kesibukan dan agar tetap sehat dan kuat saat menjalani ibadah haji nanti,” tuturnya.

Dia mengaku sangat senang bisa berangkat haji tahun ini. Sebab dia bercita-cita berangkat haji sejak lama. Bahkan di rumahnya terdapat sebuah pigura bergambar Ka’bah.

“Gambar ini dikasih anak saya. Katanya biar saya cepet bisa berangkat haji. Alhamdulillah tercapai tahun ini,” pungkasnya.

Sebanyak 1.350 diberangkatkan dari Kota Malang, terdiri dari CJH laki-laki 611 orang dan CJH perempuan 739 orang. Mereka terbagi ke dalam tiga kloter dan satu kloter gabungan, yakni kloter 19, 24, 25, dan 26.

Kloter 19 diberangkatkan dari Pasuruan pada Minggu, 22 Juli 2018. Sedangkan, kloter 24, 25, dan 26 bakal diberangkatkan dari Lapangan Rampal, Kota Malang, pada Selasa 24 Juli 2018.

CJH tertua laki-laki adalah Abdul Qodir, 83 tahun, sedangkan CJH tertua perempuan adalah Daiyah, 88 tahun. Sementara itu, CJH termuda laki-laki adalah Harun Ulum Fajar, 18 tahun, dan CJH termuda perempuan adalah Iffaturrosidah, 19 tahun.

Sumber: medcom.id

Loading...
loading...
loading...