Kisah Ayah Gantikan Wisuda Putrinya yang Meninggal Beberapa Hari Usai Sidang

by

Kisah haru seorang ayah menggantikan wisuda putrinya menjadi viral di media sosial.

Momen tersebut terjadi saat mahasiswa UIN Ar-Raniry Banda Aceh menjalani wisuda hari kedua.

Dalam unggahan akun Instagram UIN Ar-Raniry Banda Aceh, terlihat video momen ketika wisuda berlangsung.

Dalam caption video itu, dijelaskan lengkap soal cerita mahasiswi fakultas Tarbiyah UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Rani Muharami meninggal dunia dan wisudanya digantikan oleh sang ayah.

Seperti alur yang terekam dalam video ini tampak seorang bapak ikut dalam antrean barisan mahasiswa yang akan diwisuda.

Saat nama Rina Muharrami dipanggil MC sang bapak tersebut menghampiri podium dan seperti layaknya mahasiswa lain, Rektor UIN Ar Raniry Prof Warul Walidin menyerahkan sebuah map tanda kelulusan sebagai sarjana.

Saat momen itu berlangsung, sontak seisi ruangan auditorium tempat wisuda berlangsung tiba-tiba hening, disusul kemudian suara applus untuk sang bapak dari para hadirin.

Para petinggi UIN-Raniry yang ada di video itu pun memeluk pria tersebut dan menyalaminya.

Tidak sedikit para peserta, dosen dan undangan berurai air mata melihat momen tersebut.

Haru dan begitu menyentuh suasana saat itu. Diketahui, sosok ayah tersebut bernama Bukhari.

Bukhari menggantikan wisuda putrinya, Rani Muharami yang telah berpulang pada 5 Februari 2019.

Sebelumnya, Rani Muharami telah menyelesaikan sidang skripsi tanggal 24 januari 2019 dan dinyatakan lulus.

Seleang beberapa hari, tepatnya pada 5 Februari 2019, Rani Muharami meninggal dunia karena sakit. Rina Muharami lahir pada 16 Mei 1996.

Akun UIN Ar Raniry dalam keterangan videonya menuliskan kata-kata yang begitu menyentuh. Berikut caption lengkapnya:

Ayah, anakmu wisuda..

Momen paling mengharukan di acara wisuda hari kedua.

Rina muharrami, mahasiswi Fakultas Tarbiyah UIN Ar-Raniry yang memyelesaikan sidang skripsi tanggal 24 januari 2019, beberap hari kemudian tanggal 5 februari rina sang sarjana muda berpulang kerahmatullah karena sakit.

Wisuda adalah prosesi penyematan gelar sarjana, puncak pencapaian seseorang dalam menempuh pendidikan tinggi. Wisuda dan sarjana adalah anugerah kebanggaan bagi orang tua dari anak mereka. Orang tua berjuang dan berkorban demi kelanjutan pendidikan anaknya, sementara sang anak berjuang sepenuh hati segenap tenaga merengkuh cita-cita sarjana selayaknya harapan orang tua.

Dan wisuda, sekali lagi adalah puncak pencapaiannya. Dimana anak dengan bangga mempersembahkan kesuksesan untuk orang tuanya, bersama menikmati kebahagiaan.

Tapi tidak bagi ayah rina, beliau datang mewakili anaknya menjadi sarjana.


————–

Anakku, hari ini Ayah datang ke acara wisudamu bersama ayah-ayah temanmu yang lain. ayah yang lain datang untuk melihat anaknya jadi sarjana, sementara ayah datang untuk menggantikanmu mengambil tanda sarjana dari kampusmu, nak.
Sebenarnya Kaki ayah tak lagi kuat, tapi ayah tegapkan langkah menaiki anak tangga untuk maju mengambil ijazahmu. Hari ini ayah berdiri di depan teman-temanmu. 
Ayah sedih nak, karena seharusnya kita ada disini bersama. Tetapi Ayah bangga padamu, kamu itu hebat dan mampu meraih impian yang besar. Dan kelak ayah akan menceritakan kepada warga di desa kita bahwa anak ayah seorang sarjana. 
Seketika terbayang di pelupuk mata engkau datang tersenyum sangat manis dengan baju wisuda yang sangat kau idam-idamkan itu. Kamu seakan membisikkan ditelinga ayah:
Ayah, anakmu wisuda… •
———

Alfatihah untuk rina”

Beberapa jam sejak diunggah video ini telah ditonton lebih 45 ribu kali dan menuai ribuan tanggapan.

Tak terkecuali, sosen Pendidikan Matematika FTK UIN Ar Raniry itu juga menulis bait doa,

“Selamat jalan Rina… Allah lebih sayang padamu ketimbang orang tua, saudara, guru dan teman-temanmu.

Semoga Allah menempatkanmu di tempat yang terbaik disisi-Nya dan dihapuskan segala salah dan dosa.”

Bait-bait doa juga dihantarkan ribuan netizen lainnya yang menyaksikan video itu.

Sumber: tribunnews.com

Loading...
loading...
loading...