Ketua Pelaksana Kajian Syekh Ali Jaber: Heran, Hari Minggu itu Gak Ada Pihak Polisi

by -209 views

Ketua Pelaksana Kajian Syekh Ali Jaber, Desi, juga turut diperiksa penyidik Satreskrim Polresta Bandar Lampung terkait peristiwa penusukan Syekh Ali Jaber.

Saat diwawancarai, Desi mengaku jika materi pertanyaan dalam pemeriksaan tersebut masih soal kegiatan kajian berlangsung.

“(Materi pemeriksaannya) dari awal kegiatan sampai solat di masjid dan surat izin segala macam,” katanya saat diwawancarai seusai diperiksa di Ruang Jatanras Satreskrim, Senin (14/9).

Ketika ditanya soal surat izin kegiatan, Desi menerangkan jika itu telah diurus oleh pihak panitia masjid.

“Surat izin kita dari pihak masjid yang mengurus,” ucapnya.

Desi pun menjelaskan jika dirinya hanya menjadi ketua pelaksana kajian saja, untuk Wisuda Tahfiz Al-Quran bukan bagian dari kewenangannya.

“Itu kajian Islami, gak ada kaitannya dengan wisuda. (Wisuda) itu paginya, kita gak ada kaitannya dengan itu, jadi terpisah,” tegasnya.

Dirinya mengakui jika jamaah yang datang lebih dari jumlah yang ditentukan oleh Satuan Tugas (Satgas) COVID-19.

“Kalau dari Satgas COVID-nya itu (batas) 150 orang, cuma kemarin ngelebihin itu. Banyak yang datang karena pematerinya Syekh Ali Jaber,” ucap Desi.

Meski demikian, panitia telah menyediakan alat protokol kesehatan untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19.

“Protokol alhamduliah sudah semua, dari masker, hand sanitizer,” ujarnya.

Disinggung soal pengamanan acara, Desi justru bingung lantaran saat kegiatan berlangsung tidak ada petugas kepolisian.

“Pikir saya kemarin sudah beres, makanya saya heran pas hari Minggu itu gak ada pihak kepolisian. Saya bingung. Kami sudah ada pemberitahuan, surat sudah masuk ke Polsek,” tandasnya.

Sementara itu, Kapolsek Tanjung Karang Barat (TKB), AKP David Jeckson Sianipar, tidak berkomentar banyak saat diwawancarai awak media mengenai hal itu.

“Kalau ini sumbernya tetap satu dari Polres saja. Nanti nanya semua, nanti nanya aku lagi. Tetap satu pintu aja dari polres informasi itu,” ucapnya.

Terpisah, Kapolresta Bandar Lampung, Kombes Pol Yan Budi Jaya, justru mempertanyakan kemana surat izin tersebut diajukan.

“Dia mengajukannya kemana? Pak Kapolseknya aja gak tahu kalau ada kegiatan. Kalau tahu pasti kan ada pengamanan dari anggota,” pungkasnya.

Sumber: kumparan.com

loading...
loading...