Kesal dengan Jerawat di Punggung, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

by

Punggungmu berjerawat, apa sih penyebabnya? Yuk atasi sesegera mungkin, berbahaya loh. Jerawat di wajah terjadi pada siapa saja sehingga tak perlu menjadi hal yang membuat kita malu.

Namun, jika jerawat tersebut muncul di punggung, ini bisa menjadi tanda ada yang harus diubah dari kebiasaanmu.

Jerawat di punggung ternyata sangat berbeda dengan jerawat yang biasa tumbuh di wajah.

Surgical Associate NYC David Greuner menjelaskan, jerawat adalah kulit mati, minyak berlebih dan kotoran yang menyumbat pori-pori.

Kondisi tersebut memberikan kesempatan bagi bakteri untuk tumbuh. Namun, jerawat wajah berbeda dengan jerawat di punggung.

Menurutnya, punggung memiliki pori-pori yang lebih besar dan membuatnya lebih mudah tersumbat. Itulah mengapa terkadang jerawat di punggung lebih besar daripada jerawat di wajah.

“Menggunakan produk jerawat punggung yang spesifik bisa membantu menangkal pertumbuhan agresif tersebut,” kata Dr. Greuner kepada Bustle.

Jadi, jika kamu merasa jerawat di punggung lebih bandel, maka hal itu tak salah.

Di samping itu, Dermatolog Dr. Suzanne Friedler mengatakan, posisi punggung yang tak terlihat mata membuat kita sulit menyadari adanya jerawat tersebut hingga jerawat tersebut besar dan membuat tidak nyaman.

Namun, jerawat di punggung bisa dihindari agar tak menjadi lebih besar Sebab, hal ini bisa menjadi indikasi beberapa masalah kesehatan, seperti berikut:

1. Masalah kesehatan karena gen Jerawat di punggung bisa jadi karena pengaruh genetis.

Mengungkap hal ini kan memudahkanmu menentukan jenis perawatan kulit yang akan dipakai dan gaya hidup apa yang harus diubah agar kulit lebih sehat.

Kamu harus berkonsultasi dengan dermatolog untuk mencaritahu pola makan atau rutinitas perawatan kulit seperti apa yang bisa memicu munculnya jerawat punggung tersebut.

2. Pakaian ketat Dr Greneur mengatakan, pakaian ketat juga bisa menghalangi kita mendapatkan kulit yang bersih karena permukaan kulit cenderung mudah iritasi dan sulit bernafas.

Cobalah ingat kembali pakaian-pakaian yang kamu gunakan. Jika memang kamu gemar menggunakan pakaian ketat, cobalah menghindarinya untuk sekitar seminggu dan lihat perubahannya.

Jika jerawat tersebut hilang, berarti bukan merupakan tanda dari permasalahan kesehatan serius, namun akibat pakaianmu.

3. Mencuci kurang bersih Kita menghabiskan banyak waktu di tempat tidur.

Sayangnya, jerawat punggung seringkali mulai tumbuh dari seprai.

Dr. Greneur menjelaskan, seprai tak hanya menjadi sarang bakteri tapi juga mengumpulkan kotoran dan minyak yang menempel.

Oleh karena itu, mencuci seprai menjadi hal yang sangat penting.

Jika masalah jerawat tersebut hilang setelah kamu mengganti seprai, maka tak perlu khawatir ada masalah kesehatan serius. Masalah seperti eksim, infeksi atau alergi bisa hilang setelah perubahan tersebut dilakukan.

4. Menggunakan pakaian terlalu lama Jerawat punggung juga bisa muncul karena kita memakai pakaian terlalu lama. Dr. Friedler menjelaskan, bertahan menggunakan pakaian berkeringat memberikan waktu bagi bakteri untuk berkembang biak di kulit.

Pakaian berkeringat bisa menyebabkan ruam pada kulit, infeksi dan menurunnya sistem imun. Jadi, pastikan kamu rajin mengganti pakaian.

5. Hormon Pengaruh hormon bisa menjadi alasan di balik munculnya jerawat di seluruh bagian tubuh, tak hanya di punggung.

Jadi, jika tahapan-tahapan di atas sudah kamu lakukan namun jerawat di punggungmu masih tetap ada, kamu disarankan untuk memeriksakn diri ke dokter. Siapa tahu, jerawat tersebut muncul karena faktor hormon.

“Jika seseorang mengkonsumsi anabolik steroid atau suplemen testoteron, maka produksi minyak di kulit bisa meningkat dan menyebabkan munculnya beruntusan di punggung, dada, bahkan wajah,” kata Dr. Friedler.

Ketidakseimbangan hormon seperti ovari polisistik juga bisa menyebabkan masalah yang sama.

Masalah hormon adalah hal biasa. Jadi, jangan khawatir jika ini menjadi alasan tumbuhnya jerawat di punggung.

Dermatolog akan membantumu mencari perawatan yang tepat.

6. Obat Obat yang kita konsumsi bisa saja berdampak pada tubuh kita.

Jerawat di punggung bisa jadi adalah tanda bahwa tubuhmu tidak sesuai dengan obat yang kamu konsumsi.

Jadi, saat berkonsultasi dengan dokter, penting untuk menyebutkan obat atau suplemen apa yang sedang kamu konsumsi. Penggantian obat bisa jadi menjadi solusi menghilangkan jerawat di punggungmu.

7. Faktor gesekan Acne mechanica juga bisa menjadi alasan munculnya jerawat di punggung.

“Acne mechanica adalah gesekan secara mekanis yang bisa menstimulasi kelenjar dan memunculkan jerawat,” kata mantan dokter ER, Dalilah Wachs, M.D.

Ini artinya, penggunaan tas punggung, alat olahraga atau aksesori lainnya bisa menyebabkan masalah ini muncul. Jika hal ini terjadi, artinya tubuhmu memintamu untuk mengganti rutinitas olahraga atau meminimalisasi beban yang diangkat.

Kamu bisa berkonsultasi dengan dermatolog untuk mencari pola hiduo seperti apa yang bisa menghindarkanmu dari jerawat punggung.

Pada umumnya, jerawat pada punggung bisa dihindari dan diobati serta tak perlu dikhawatirkan karena tak berdampak serius pada kesehatan.

Tahap pertama, Dr. Friedler menyarankan agar jerawat dirawat dengan sabun antibakteri, benzoil peroksida atau asam salisilat. Jika masih belum ada respon, maka saatnya kamu mengunjungi dermatolog.

CARA MENCEGAH JERAWAT DI PUNGGUNG

Kenakan pakaian yang berserat halus dan menyerap keringat, terutama ketika olahraga.

Lebih baik mengenakan tas tangan daripada tas punggung alias ransel.

Secepat mungkin mandi setelah berkeringat. Jika Anda tidak sempat mandi, bawa selalu produk yang mengandung salicylic

acid untuk menjaga kebersihan dan kelebihan minyak.

Jika Anda memiliki kulit yang kering, lembapkan dengan pelembap non-comedogenic, karena kulit kering yang berlebih

menyebabkan munculnya jerawat.

Ketahui hal-hal yang dapat menyebabkan iritasi pada kulit Anda dan hindari sebisa mungkin.

CARA MENGATASI JERAWAT DI PUNGGUNG

Mengatasi jerawat di punggung diawali dengan memperlakukan kulit leher, bahu, dan punggung dengan tingkat kewaspadaan dan perhatian yang sama seperti kulit wajah, menurut Jessica Weiser, seorang dermatolog.

Meskipun penyebab jerawat punggung sama seperti jerawat wajah, namun cara menanganinya berbeda.

Andrea Craig, Edukator Nasional untuk Murad Skincare, menjelaskan, bahwa karena kulit punggung memiliki pori-pori lebih besar dibandingkan dengan pori-pori wajah, kulit punggung akan lebih mudah untuk tersumbat.

Jadi, sebaiknya gunakanlah produk khusus jerawat punggung.

1. Gunakan sabun mandi yang mengandung benzoyl peroxide dan salicylic acid untuk masalah jerawat ringan.

Jika jerawat pada punggung tergolong ringan dan muncul sesekali, Anda cukup membersihkan badan dengan sabun yang mengandung benzoil peroksida atau asam salisilat.

Gunakan setiap hari, namun jangan digosok terlalu kencang, karena akan mengakibatkan jerawat memburuk.

2. Bantu dengan obat oles dan antibiotik minum

Dokter mungkin akan meresepkan antibiotik topikal. Seperti benzoil peroksida, antibiotik topikal diterapkan pada kulit sekali atau dua kali sehari.

Antibiotik tersebut bekerja membunuh bakteri yang menyebabkan jerawat. Retionoid topikal juga sering digunakan.

Untuk jerawat punggung sedang atau parah, mungkin Anda membutuhkan obat oral alias yang diminum.

Antibiotik oral umumnya digunakan untuk membantu mengatasi jerawat pada punggung, termasuk tetrasiklin, minosiklin, doksisiklin dan eritromisin. Anda juga harus ingat bahwa antibiotik ini dapat menurunkan efektivitas pil KB.

3. Gunakan obat yang mengandung isotretinoin (accutane)

Jika jerawat tidak merespon pada antibiotik topikal, isotretinoin juga bisa menjadi pilihan.

Namun, isotretinoin memiliki efek samping yang serius dan juga membutuhkan pemantauan konstan untuk menghindari kehamilan.

Jika dikonsumsi oleh wanita hamil, obat ini dapat menimbulkan cacat lahir.

4. Pastikan Anda langsung mandi setelah berkeringat

Dr. Murad, pendiri Murad Skincare, mengatakan bahwa keringat yang menempel pada kulit dan pakaian dapat membangkitkan bakteri penyebab jerawat.

Oleh karena itu ia menyarankan agar langsung mandi setelah berolahraga agar keringat dan bakteri menghilang sebelum menyumbat pori-pori.

5. Jangan memakai pakaian terlalu ketat

Bagi wanita atur bra agar lebih longgar dan tidak terlalu sempit.  Apa pun yang dapat memerangkap panas atau menyebabkan gesekan pada kulit juga dapat memperburuk jerawat.

6. Sama seperti jerawat wajah, janganlah sekali-kali memencet jerawat di punggung

Hal ini dapat menyebabkan peradangan dan meninggalkan bekas jerawat.

Jika seluruh cara tersebut tidak memiliki pengaruh yang positif untuk menghilangkan jerawat, Anda sangat disarankan untuk bertemu dermatolog untuk penanganan lebih lanjut.

Sumber: tribunnews.com

Loading...
loading...
loading...