Kesaksian Warga Soal Dentuman Aneh Saat Erupsi Gunung Anak Krakatau

by -9,768 views

Saat erupsi Gunung Anak Krakatau, warganet ramai membahas di media sosial soal dentuman yang mereka duga ada hubungannya dengan erupsi tersebut.

Salah satunya adalah Vina Trisna Widiatie, warga Cilebut, Kecamatan Bogor Barat, Jawa Barat.

Vina mengaku mendengar suara dentuman sekitar pukul 02.30 WIB. Saat itu, dirinya mengira bahwa suara tersebut adalah guntur pertanda hujan.

“Iya jam 2 tadi, lagi begadang nonton film. Nah, kedengaran suara gitu, saya kira dari tadi geluduk, mau hujan. Ternyata info teman, Krakatau meletus,” ujar Vina, warga Cilebut, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (11/4/2020).

Vina mengaku, saat itu dirinya memilih berdiam diri di rumah karena merasa takut.

Hal serupa juga dialami oleh salah satu warga Pancasan, Kecamatan Bogor Barat, Ayda Parlina.

“Suaranya jelas banget, aku pikir mah memang karena mau hujan enggak jadi,” ungkapnya.

Namun, Ayda mengaku tak merasakan getaran apa pun saat erupsi Gunung Anak Krakatau tersebut.

Dirinya juga mengaku mendengar suara dentuman yang membuat dirinya takut untuk keluar rumah.

Penjelasan PVMBG

Sementara itu, menurut penjelasan Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api Hendra Gunawan saat dihubungi di Jakarta, suara dentuman yang didengar warga bukanlah dari erupsi Gunung Anak Krakatau.

“Saya sudah konfirmasi petugas pos pengamatan, mereka tidak mendengar karena letusannya juga kecil,” kata Hendra, Sabtu (11/4/2020).

Menurut dia, erupsi di gunung yang terletak di Selat Sunda wilayah Kabupaten Lampung Selatan tersebut merupakan tipe semburan.

Biasanya, suara yang keluar seperti mendesis saja, bukan dentuman seperti saat erupsi tipe eksplosif.

“Biasanya dalam jarak dua kilometer, kedengaran hanya suara desis,” ujarnya pula.

Seperti diberitakan sebelumnya, Gunung Anak Krakatau hanya mengeluarkan semburan dengan ketinggian berkisar 500 meter.

Sementara itu, Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG) melalui aplikasi Magma Indonesia, Kementerian ESDM, yang dikutip di Jakarta, Sabtu, erupsi tersebut terekam dalam seismogram dengan amplitudo maksimum 40 mm.

Aplikasi Magma Indonesia, magma.vsi.esdm.id, itu juga menyebutkan, aktivitas seismik ditandai dengan erupsi tremor yang terjadi terus-menerus.

Sumber: kompas.com

loading...
loading...