Kenapa Ulama Disebut Pewaris Nabi, Bukan Pewaris Rasul? Ini Penjelasannya

by

Syekh Ibnu Athaillah dalam karyanya, Lathaiful Minan, meluruskan definisi nabi dan rasul yang beredar dan masyhur di kalangan ulama.

Menurut beliau, definisi nabi sebagai orang yang menerima wahyu untuk dirinya sendiri dan rasul itu orang yang menerima wahyu untuk dirinya sendiri dan orang lain itu tidak tepat.

Yang tepat itu, nabi adalah orang mulia yang membawa syariat dan ajaran nabi sebelumnya. Beliau mencontohkan Nabi Yusya’ yang meneruskan syariat Nabi Musa dalam Taurat.

Sementara rasul itu orang mulia yang membawa syariat baru yang berbeda dari rasul sebelumnya. Makannya, dalam beberapa hadis disebutkan bahwa ulama itu pewaris para nabi, bukan pewaris para rasul, al-‘ulama waratsatul anbiya.

Hal ini karena tugas ulama itu hanya meneruskan apa yang Kanjeng Nabi ajarkan, bukan membuat syariat baru.

Kitab Lathaiful Minan itu bentuk persembahan Syekh Ibnu Athaillah untuk gurunya, Syekh Abul Abbas al-Mursi, dan Syekh Abul Hasa al-Syadzili, guru Syekh Abul Abas al-Mursi.

Kitab ini juga sering menjadi rujukan Syekh Ibnu Abbad dalam mensyarahi al-Hikam karya Syekh Ibnu Athaillah.

Sumber: bincangsyariah.com

Loading...
loading...
loading...