Kenang Peristiwa G30S PKI, Mahfud MD: Kyai Saya Dibunuh, Semua Diancam, Ayah Bangun Setiap Malam

by -857 views

Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD ternyata memiliki cerita sendiri terkait peristiwa G30S PKI.

Hadir secara virtual di acara Indonesia Lawyer Club pada Selasa 29 September 2020 malam, Mahfud MD mencoba mengenang peristiwa G30S PKI yang terjadi pada 30 September 1965 silam.

Mahfud MD mengaku, saat peristiwa G30S PKI terjadi, dirinya masih berumur 8 tahun.

“Sebagian dari keseluruhan sejarah (G30S PKI) mungkin benar, bagi saya,” kata Mahfud.

“Tahun 1965 itu saya ada, saya sudah umur 8 tahun,” ungkapnya.

Meski masih belia, Mahfud MD kala itu sudah harus menyaksikan gurunya, seorang Kyai Nahdlatul Ulama (NU), dibunuh.

“Saya tahu ketika kyai-kyai NU dibunuh,” cerita Mahfud.

Pria kelahiran Sampang, 13 Mei 1957 itu mengatakan, kyainya dibunuh saat baru saja turun berpidato.

“Kyai saya, namanya Kyai Jufri, baru turun pidato dibunuh oleh PKI,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Mahfud menyebut guru-gurunya yang lain pun turut menjadi sasaran ancaman PKI.

“Semua orang Kyai NU waktu itu diancam, pokoknya kamu besok mati,” terusnya.

Pada saat yang sama, Mahfud MD menceritakan kondisi ayahnya yang saat itu rela berjaga semalaman demi mencegah serangan PKI.

“Nah terjadilah G30S PKI itu, saya menyaksikan. Karena ayah saya setiap malam bangun bersama tetangga untuk jaga2 PKI yang katanya mau nyerang,” lanjut Mahfud.

Setelah ancaman G30S PKI sirna, Mahdud menyebut keadaan langsung berbalik.

“Sesudah G30S PKI, berbalik arahnya, semua orang yang berafiliasi dengan PKI ditangkap, entah dibawa kemana,” terangnya.

Momen tersebut menurut Mahfud, yang tak dijelaskan secara jelas di film Penkhianatan G30S PKI.

“Nah itu lah yang tidak tergambar dari film G30S PKI,” katanya.

Di sisi lain, Mahfud MD menyerahkan kembali ke masyarakat, apakah mau percaya dengan cerita di film atau tidak.

“Itu yang kemudian menjadi kontroversi, apa benar atau tidak, ya silahkan, itu ilmu sejarah,” tutupnya.

Sumber: pikiran-rakyat.com

loading...
loading...