Kemunculan Sosok Menyeramkan Saat Operasi Zebra di Lampung

by -268 views

Kehadiran sosok mahluk aneh membuat heboh pengendara yang terjaring pelaksanaan Operasi Zebra Satuan Polisi Lalu Lintas di Bandar Lampung, Selasa (27/10/2020).

Mahluk tersebut bertubuh mirip dengan manusia. Namun, seluruh tubuhnya berwarna merah dengan bintik-bintik hitam.

Pada bagian kepala terlihat seperti akar tumbuh yang menyerupai tentakel, serta memiliki warna serupa dengan tubuhnya.

Sementara wajahnya terlihat samar di balik kacamata hitam.

Mahluk yang menyeramkan tersebut sangat menyerupai virus mematikan.

Tangannya melambai-lambai sambil membawa papan bertuliskan, “Awas, saya masih ada di sekitar anda. Patuhi protokol kesehatan”.

Meski menakutkan, mahluk ini bukan virus yang asli.

Karakter virus yang mirip monster ini adalah maskot Covid-19 yang dibawa oleh Satlantas Polresta Bandar Lampung saat menggelar Operasi Zebra di Jalan ZA Pagar Alam, di depan underpass Kampus Unila.

Kehadiran maskot ini mengagetkan pengendara yang terkena razia dalam operasi tersebut.

Kepala Satlantas Polresta Bandar Lampung AKP Rafly Yusuf Nugraha mengatakan, maskot ini sengaja diikutsertakan untuk mengingatkan masyarakat bahwa virus corona masih menjadi ancaman.

“Kami mengajak warga dan pengguna jalan untuk tetap mematuhi protokol kesehatan,” kata Rafly di lokasi Operasi Zebra.

Selain merazia kendaraan, polisi mengingatkan agar masyarakat selalu mematuhi standar protokol kesehatan dalam beraktivitas seperti mengenakan masker, mencuci tangan dan menjauhi kerumunan.

Selain itu, Operasi Zebra tersebut juga mengadakan rapid test secara gratis.

“Ditawarkan kepada pengendara, jika mau dites, rapid, diberikan secara gratis,” kata Rafly.

Rafly menambahkan, Operasi Zebra dengan pendekatan protokol kesehatan ini akan dilakukan di beberapa sudut kota untuk menjaring warga Bandar Lampung.

“Pemkot sudah mengantisipasi untuk libur panjang di tiap pintu masuk, karena itu kami fokus di dalam kota. Harapannya, Kota Bandar Lampung tidak lagi zona merah Covid-19,” kata Rafly.

Dari pantauan di lokasi, sejumlah pengendara sepeda motor terlihat antusias mengikuti rapid test tersebut.

Amira (22) salah satu pengendara mengaku bersedia ikut rapid test tersebut.

“Mau tahu kondisi saya bagaimana, mumpung gratis. Kalau tes sendiri kan bayarnya agak lumayan,” kata Amira.

Sumber: kompas.com

loading...
loading...